uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
berita

Pelatihan Bahasa Asing Gratis untuk Masyarakat Desa oleh Pemprov Jabar

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk melaksanakan program pelatihan bahasa asing yang ditujukan bagi masyarakat desa. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi warga desa yang berencana untuk bekerja di luar negeri. Program ini akan mencakup empat bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini akan dimulai pada bulan November 2026. Setiap camat diharapkan untuk memilih empat desa yang akan menjadi lokasi pelatihan bahasa asing tersebut.

I Gusti Agung Kim Fajar, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk mempersiapkan warga desa agar dapat menghadapi tantangan saat bekerja di luar negeri. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mereka tidak akan mengalami kendala, terutama yang berkaitan dengan bahasa dan prosedur kerja di negara tujuan.

“Persiapan sumber daya manusia sangat penting, mengingat banyak pekerja migran berasal dari desa. Beberapa di antara mereka mengalami masalah di luar negeri karena kurangnya pengetahuan mengenai prosedur, terutama dalam berkomunikasi,” ujar Kim setelah acara bursa kerja online di PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Indramayu, pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Dalam pelaksanaannya, pengajar bahasa asing akan direkrut dari kalangan guru SMA dan SMK di Indramayu maupun instruktur mandiri lainnya. Dengan melibatkan tenaga pengajar yang berkualitas, diharapkan proses belajar mengajar dapat berlangsung dengan efektif.

Kim menambahkan bahwa durasi pelatihan bahasa asing ini akan berlangsung sekitar enam bulan. Setiap desa akan mendapatkan kuota sejumlah puluhan peserta untuk mengikuti program pelatihan yang akan dilaksanakan di masing-masing desa.

“Pelatihan bahasa asing ini sepenuhnya gratis, sehingga diharapkan sumber daya manusia kita siap dan mampu bersaing di pasar kerja luar negeri,” jelas Kim.

Tanuri, Kepala Desa Muntur di Kecamatan Losarang, Indramayu, memberikan apresiasi terhadap inisiatif Gubernur Dedi Mulyadi untuk menyelenggarakan pelatihan bahasa asing. Ia mencatat bahwa beberapa warga di desanya telah bekerja di luar negeri, dengan peran sebagai baby sitter dan pelayan restoran.

Selama ini, warga Desa Muntur berangkat ke luar negeri tanpa pelatihan bahasa asing yang memadai. Negara tujuan mereka umumnya adalah Arab Saudi dan Taiwan, di mana bahasa menjadi faktor penting dalam kelancaran bekerja.

Menurut Tanuri, masih terdapat sekitar 10 persen dari populasi Desa Muntur yang menganggur. Kebanyakan dari mereka adalah lulusan SMA yang belum mendapatkan kesempatan kerja yang memadai. Dengan adanya program pelatihan ini, diharapkan angka pengangguran dapat berkurang dan lebih banyak warga desa yang siap untuk meraih peluang kerja di luar negeri.

    ➡️ Baca Juga: Strategi Tim Sepak Bola Elite Membangun Identitas Permainan yang Konsisten Setiap Musim

    ➡️ Baca Juga: Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau pada 7 September dan Wilayah Terdampak yang Perlu Diketahui

    Related Articles

    Back to top button