Daya Beli Warga China Menurun, Tradisi Belanja Besar Saat Festival Mulai Menghilang

Festival Pertengahan Musim Gugur atau yang dikenal sebagai Mooncake Festival 2026, yang selama ini menjadi salah satu waktu paling ditunggu untuk berbelanja di China, berakhir dengan hasil yang jauh dari harapan. Para pedagang tidak hanya menghadapi toko-toko yang sepi, tetapi juga menyaksikan banyak kotak hadiah yang tidak terjual, menambah kekhawatiran mereka mengenai kelangsungan bisnis di tengah situasi ini.
Di berbagai supermarket, pasar buah, toko hadiah, dan gerai penjual kue bulan, pedagang melaporkan penurunan penjualan yang mencolok, menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Banyak konsumen tampaknya memilih untuk menahan diri dan mengurangi pengeluaran mereka, terutama selama perayaan ini.
Yang lebih mengejutkan, meskipun telah ada berbagai diskon, promosi, dan potongan harga besar-besaran, upaya tersebut tidak mampu menarik minat pembeli. Banyak pedagang mengeluhkan bahwa toko mereka bisa seharian tanpa pengunjung. Akibatnya, stok kue bulan, paket hadiah buah, minuman beralkohol, dan produk perayaan lainnya menumpuk, semakin sulit untuk dijual setelah festival berakhir.
Menurut laporan terbaru, salah satu penyebab utama penurunan penjualan tahun ini adalah menurunnya kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi. Masyarakat China kini lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang, seiring dengan kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi, ketidakpastian pendapatan, tekanan di pasar tenaga kerja, serta dampak jangka panjang dari lesunya pasar properti.
Analis terus menyoroti lemahnya permintaan domestik dan berkurangnya kepercayaan konsumen sebagai tantangan utama yang sedang dihadapi oleh perekonomian China.
Selama bertahun-tahun, belanja menjelang Festival Pertengahan Musim Gugur didorong oleh tradisi memberi hadiah, hubungan bisnis, dan tuntutan sosial. Namun, pada tahun ini, semakin banyak konsumen yang menjauhi kotak hadiah mahal dan beralih ke produk yang lebih terjangkau atau bahkan tidak membeli sama sekali. Penjualan kotak kue bulan premium mengalami penurunan yang signifikan, sementara konsumen lebih memilih kue bulan dengan harga yang lebih bersahabat, termasuk yang dijual tanpa kemasan yang mewah.
Secara sederhana, konsumen kini tidak lagi bersedia mengeluarkan banyak uang untuk kemasan yang glamor, status sosial, atau sekadar mengikuti tradisi. Mereka semakin mempertimbangkan nilai dan kesesuaian harga dengan kualitas produk yang ditawarkan.
Faktor lain yang juga berdampak pada penurunan penjualan adalah meningkatnya kekhawatiran akan kualitas produk. Beberapa insiden yang viral di media sosial menunjukkan bahwa kue bulan ditemukan dalam kondisi yang sangat tidak layak. Konsumen melaporkan adanya benda-benda asing seperti sekrup, mur logam, mata pisau, hingga paku di dalam kue bulan tersebut, yang semakin memperburuk kepercayaan publik terhadap produk yang dijual.
➡️ Baca Juga: Caritas Gelar Townhall Bahas Solusi Krisis Utang Global
➡️ Baca Juga: 75 Tahun Prabowo: 14 Kali Menghadapi Bahaya, Asisten Khusus Presiden Ungkap Kisah Menarik




