Reaksi The Jakmania Terhadap Sanksi Komdis PSSI dan Pesan Menyentuh untuk Persija

The Jakmania akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi sebagai respons terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh Komisi Disiplin PSSI, yang melarang kehadiran suporter Persija Jakarta dalam pertandingan tandang.
Daripada melontarkan protes atau amarah, kelompok pendukung setia Macan Kemayoran ini justru menyampaikan pesan yang sarat makna.
Melalui akun Instagram resmi mereka, The Jakmania mengunggah sebuah pernyataan yang mengajak semua anggotanya untuk bersikap lebih bijak dalam memberikan dukungan kepada Persija. Pesan tersebut menekankan pentingnya melindungi klub dari tindakan yang dapat merugikan.
“??????-??????? ????????? ?????? ???????, tidak merugikan dan selalu mengutamakan dukungan yang tulus serta positif kepada sang kebanggaan. Fokus jaga Persija!” tulis akun Instagram @infokomjakmania.
Pernyataan ini muncul setelah Komdis PSSI mengumumkan sanksi terhadap Persija pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Sanksi tersebut merupakan konsekuensi dari kericuhan yang melibatkan suporter dalam pertandingan melawan Persita Tangerang.
Direktur Utama I.League, Ferry Paulus, menjelaskan bahwa Persija dilarang membawa suporter dalam pertandingan tandang selama setengah musim Super League 2026/2027.
Keputusan tersebut diambil setelah Komdis PSSI mengadakan sidang selama dua hari untuk membahas masalah ini.
Dengan demikian, The Jakmania tidak akan bisa mendampingi tim kesayangan mereka dalam enam pertandingan tandang selama periode hukuman ini.
Larangan tersebut berlaku khusus untuk kompetisi Super League musim ini.
Selain kehilangan dukungan langsung di laga tandang, Persija juga harus menghadapi sanksi finansial.
Klub yang berbasis di ibu kota ini dikenakan denda total sebesar Rp90 juta.
Rincian denda tersebut meliputi Rp30 juta yang dikenakan akibat keributan suporter saat menghadapi Persita Tangerang.
Sementara itu, tambahan denda sebesar Rp60 juta dijatuhkan terkait dengan penyalaan petasan dan pelemparan flare.
Meskipun demikian, Persija tidak akan menerima hukuman berupa pengurangan poin dalam kompetisi Super League 2026/2027.
Hal ini sekaligus meredakan kekhawatiran mengenai kemungkinan sanksi yang lebih berat bagi klub.
Kericuhan yang menjadi dasar hukuman ini terjadi ketika Persita menjamu Persija di Banten International Stadium pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pertandingan pekan kelima Super League tersebut berakhir dengan kemenangan Persita dengan skor 3-2.
Insiden antar suporter bahkan sempat mengganggu jalannya pertandingan yang berlangsung di stadion, menyebabkan dimulainya babak kedua tertunda sekitar 31 menit karena situasi keamanan yang belum stabil.
Hukuman ini tentu menjadi pukulan berat bagi The Jakmania, yang dikenal dengan loyalitas dan dukungan yang kuat terhadap Persija.
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Saham Perusahaan Retail Dengan Loyalitas Pelanggan Tinggi dan Stabil
➡️ Baca Juga: Bojan Hodak Menyatakan Figur yang Layak Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia



