Geely EX2 Baru 6 Hari Digunakan, Pengguna Keluhkan Mobil Listrik Tidak Bisa Ngecas

Seorang pengguna mobil listrik Geely EX2 mengungkapkan keluhan mengenai masalah pengisian baterai yang terjadi hanya enam hari setelah pemakaian. Melalui akun media sosialnya, pemilik tersebut menceritakan pengalamannya dari proses pengisian daya pertama hingga akhirnya mobil harus dibawa ke bengkel resmi untuk diperiksa.
Dalam postingan tersebut, pemilik kendaraan menyatakan bahwa ia memilih Geely EX2 varian tertinggi sebagai mobil keluarga yang diharapkan dapat digunakan dalam jangka panjang. Keputusan ini diambil setelah melakukan berbagai pertimbangan terkait efisiensi dan kenyamanan yang ditawarkan oleh mobil listrik.
Proses pemesanan kendaraan dilakukan pada 5 September 2026. Setelah melakukan pembayaran tanda jadi dan uang muka sekitar Rp128 juta, ia harus menghadapi kenyataan bahwa pilihan warna yang diinginkannya telah dibeli oleh konsumen lain, sehingga harus memilih warna yang tersedia.
Setelah sepakat dengan warna yang ada, pemilik menerima mobilnya pada 5 Oktober 2026. Di awal penggunaan, ia merasa tidak mengalami kendala yang berarti saat mengoperasikan kendaraan tersebut.
Namun, masalah mulai muncul tiga hari setelahnya, tepatnya pada 8 Oktober 2026, ketika ia mencoba melakukan pengisian daya pertama di SPKLU iGreen dengan menggunakan voucher dari tenaga penjual.
Menurut pengakuannya, saat itu baterai diisi dari kapasitas 30 persen hingga 85 persen. Akan tetapi, proses pengisian berlangsung lebih dari satu jam, dan pemilik merasa ada yang tidak beres dengan sistem pengisian daya mobilnya.
Kecurigaan itu semakin menguat ketika pada 11 Oktober 2026, ia kembali mencoba mengisi daya saat baterai berada di kapasitas sekitar 30 persen. Namun, daya baterai tidak bertambah meski mobil telah terhubung ke pengisi daya.
Awalnya, pemilik menduga bahwa masalah berasal dari perangkat SPKLU. Namun, setelah mencoba beberapa lokasi pengisian yang berbeda, ia mendapati bahwa baterai tetap tidak bisa terisi.
Akhirnya, ia membawa mobil pulang dengan kapasitas baterai tersisa 12 persen. Mencoba menggunakan charger portable di rumah juga tidak berhasil meningkatkan kapasitas baterai, termasuk saat dicoba kembali keesokan harinya.
Setelah berkonsultasi dengan tenaga penjual, pemilik disarankan untuk menghubungi layanan bantuan darurat (emergency road assistance/ERA). Pada 12 Oktober 2026, mobil tersebut diderek ke bengkel dealer untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dua hari setelahnya, pada 14 Oktober 2026, hasil diagnosis awal menunjukkan bahwa port pengisian daya perlu diganti. Pihak purnajual dealer kemudian berusaha mendapatkan suku cadang langsung dari pusat untuk mempercepat proses perbaikan.
➡️ Baca Juga: Rismon Sianipar Tersangka Ijazah Palsu Jokowi Bertemu Gibran Hari Ini
➡️ Baca Juga: Update Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Dua Debutan Siap Menarik Perhatian John Herdman



