uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

uby.ac.id

kpkgg
lifestyle

Sheila Marcia Berbagi Pengalaman Operasi Payudara Sambil Nge-DJ Setelah Insiden Telur Ceplok

Sheila Marcia akhirnya mewujudkan impiannya untuk menjalani operasi payudara pada Juni 2026. Keputusan ini tidak hanya didorong oleh keinginan untuk memperbaiki penampilan, melainkan juga berkaitan dengan perubahan fisik yang dialaminya setelah melewati proses kehamilan, melahirkan, dan menyusui lima anak. Selain itu, komentar negatif dari warganet sempat memengaruhi rasa percaya dirinya, sehingga ia merasa perlu melakukan tindakan ini.

Sebagai seorang artis dan DJ, Sheila mengungkapkan bahwa niat untuk menjalani operasi payudara sudah ada dalam benaknya sejak memiliki anak ketiga. Namun, pada saat itu, ia merasa tindakan tersebut belum menjadi kebutuhan mendesak. Keinginannya semakin menguat setelah melahirkan anak keempat dan kelima, yang membuatnya merasa perlu untuk melakukan perubahan.

Pengalaman ini diceritakan Sheila dalam sebuah acara talkshow di televisi, di mana ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk menjalani operasi bukanlah hal yang impulsif, melainkan hasil dari pertimbangan matang selama bertahun-tahun.

“Sejak anak ketiga atau keempat, saya sudah memikirkan untuk operasi. Namun, saat itu saya merasa belum perlu. Setelah melahirkan anak keempat dan kelima, barulah saya merasa itu penting,” ungkap Sheila Marcia.

Di balik keputusan tersebut, Sheila juga berbagi tentang pengalaman pahit yang dihadapinya akibat komentar warganet mengenai penampilannya setelah melahirkan lima anak. Ia mengakui sering kali menjadi sasaran ejekan yang menyoroti bentuk payudaranya yang dianggap tidak ideal.

Meskipun beberapa komentar tersebut bisa ditanggapi dengan tawa, saat emosi sedang tidak stabil, kata-kata itu bisa terasa sangat menyakitkan.

“Banyak sekali yang mengejek, ada yang bilang payudara saya kayak telur ceplok, bahkan lebih parah lagi, ada yang bilang seperti laki-laki, dan ada juga yang mengibaratkan seperti telur dadar,” kata Sheila.

“Awalnya saya hanya bisa tertawa, tetapi jika mood sedang tidak baik, itu bisa sangat menyakitkan,” tambahnya.

Sheila juga mengakui bahwa perubahan fisik setelah mengalami kehamilan dan menyusui memengaruhi cara pandangnya terhadap diri sendiri. Ejekan dari orang-orang sekitar hanya memperburuk rasa percaya diri yang sudah ia rasakan.

“Saya sendiri bisa melihat betapa tak proporsionalnya bentuk payudara saya. Saya merasa hanya ada kulit saja. Di hadapan suami pun saya merasa kurang percaya diri, apalagi ditambah dengan komentar orang lain,” jelas Sheila.

Sheila kemudian memutuskan untuk memilih dokter dari Korea untuk menjalani operasi payudara, dengan pertimbangan agar tidak jauh dari anak-anaknya. Keputusan ini diambil agar ia bisa tetap dekat dengan keluarga selama proses pemulihan.

Dalam perjalanan memilih dokter, Sheila melakukan riset mendalam dan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk pengalaman dan reputasi dokter tersebut. Ia ingin memastikan bahwa tindakannya aman dan sesuai dengan harapannya.

Sheila juga berbagi tentang pentingnya dukungan dari orang terdekat, termasuk anggota keluarganya. Mereka memberikan semangat dan mengingatkan bahwa keputusan ini adalah untuk kebahagiaannya sendiri.

“Dukungan dari suami dan anak-anak sangat berarti. Mereka selalu ada untuk saya, dan itu membuat saya lebih yakin akan keputusan ini,” ungkapnya.

Setelah menjalani operasi, Sheila merasa sangat bersyukur. Ia mengungkapkan bahwa perubahannya bukan hanya terletak pada fisik, tetapi juga pada rasa percaya dirinya. Kini ia merasa lebih baik dan lebih siap menghadapi segala tantangan, termasuk tampil di depan publik sebagai seorang DJ.

“Perubahan ini membuat saya lebih percaya diri. Saya merasa siap untuk tampil dan menunjukkan siapa diri saya yang sebenarnya,” kata Sheila.

Melalui pengalamannya, Sheila berharap dapat menginspirasi perempuan lain yang mungkin mengalami perasaan serupa. Ia ingin menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dengan melakukan perubahan untuk meningkatkan rasa percaya diri.

“Setiap perempuan berhak untuk merasa baik tentang dirinya sendiri. Jika ada yang merasa perlu melakukan perubahan, lakukanlah. Yang penting adalah untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain,” pesannya.

Kini, Sheila Marcia tidak hanya dikenal sebagai artis dan DJ, tetapi juga sebagai sosok yang berani mengambil keputusan untuk kebahagiaan dirinya sendiri. Dengan keberanian dan keyakinan, ia membuktikan bahwa meskipun ada tantangan, setiap orang bisa menjadi versi terbaik dari dirinya.

    ➡️ Baca Juga: Harga Emas 4 Maret 2026: Kenaikan Tipis Produk Antam dan Lonjakan Global

    ➡️ Baca Juga: Apresiasi Safari Ramadhan Polri oleh Boni Hargens: Tanda Transformasi Nyata Polri

    Related Articles

    Back to top button