happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Biaya Pendidikan Gratis dari SD hingga Perguruan Tinggi Mencapai Rp302 Triliun, Ungkap Banggar DPR

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, telah menginformasikan bahwa total anggaran yang diperlukan untuk merealisasikan pendidikan gratis dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi diperkirakan mencapai Rp302 triliun.

Said merinci bahwa berdasarkan analisis awal, anggaran yang dibutuhkan untuk pendidikan gratis pada jenjang SD, SMP, dan SMA berkisar sekitar Rp210 triliun. Sementara itu, alokasi untuk pendidikan tinggi diperkirakan sekitar Rp92 triliun.

“Perhitungan awal menunjukkan bahwa total kebutuhan untuk SD, SMP, dan SMA adalah sekitar Rp210 triliun, ditambah dengan Rp92 triliun untuk perguruan tinggi. Dengan demikian, totalnya hampir mencapai Rp302 triliun,” ungkap Said di Kompleks Parlemen Senayan, pada Jumat, 25 September 2026.

Menurutnya, saat ini pemerintah dan DPR tengah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap kebutuhan anggaran untuk mendukung komitmen menyediakan pendidikan gratis dari jenjang dasar hingga perguruan tinggi.

Said juga menekankan bahwa pemerintah belum dapat mengalokasikan seluruh anggaran yang diperlukan secara langsung. Sebagai langkah awal, Banggar DPR baru menganggarkan Rp5 triliun untuk pelaksanaan proyek percontohan pendidikan gratis dari SD hingga SMP.

“Untuk tahap awal, kami baru menganggarkan Rp5 triliun bagi pendidikan SD dan SMP. Namun, komitmen penuh kami akan mulai berlaku pada 2028, sesuai pernyataan Presiden,” jelasnya.

Politisi dari PDIP ini merincikan bahwa anggaran sebesar Rp5 triliun tersebut akan dialokasikan untuk proyek percontohan pendidikan gratis. Berdasarkan rekomendasi dari Banggar DPR, pelaksanaan tahap awal ini akan difokuskan di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Rekomendasi kami adalah memprioritaskan pelaksanaan di daerah 3T,” tambahnya.

Untuk tahap awal ini, cakupan pendidikan yang akan menjadi proyek percontohan adalah jenjang SD hingga SMP.

Said menekankan bahwa penerapan pendidikan gratis secara menyeluruh memerlukan perencanaan yang matang serta penghitungan yang cermat.

Pemerintah perlu menyiapkan anggaran dalam jumlah yang signifikan sebelum menerapkan kebijakan ini secara penuh.

“Anggaran Rp5 triliun tersebut khusus untuk proyek percontohan. Karena Presiden baru saja mengumumkannya, kami pun sudah bergerak maju. Namun, untuk mengimplementasikan Rp302 triliun bukanlah hal yang mudah,” tegasnya.

Ia menargetkan agar pendidikan gratis tersebut dapat terwujud pada tahun 2028.

“Insya Allah, pada tahun 2028. Walaupun harapan kami adalah agar pendidikan gratis untuk SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi dapat dilaksanakan secara bertahap, itu adalah yang paling ideal,” imbuhnya.

    ➡️ Baca Juga: Arsenal Kalah 2-1 dari Southampton, Arteta Ajak Tim untuk Evaluasi Diri

    ➡️ Baca Juga: Gaya Hidup Sehat Mendorong Keseimbangan Optimal Antara Aktivitas Kerja dan Istirahat Harian

    Related Articles

    Back to top button