Tiga Bersaudara Tewas dalam Kecelakaan Saat Kabut Asap di Malaysia, Kenali Bahayanya

Tiga bersaudara kehilangan nyawa mereka dalam sebuah kecelakaan tragis saat berusaha pergi ke sekolah di Pontian, Johor, Malaysia. Meskipun sekolah diliburkan pada hari Kamis akibat kabut asap, mereka tetap berangkat.
Ketiga anak tersebut adalah Nordaniel Aiman Norlizan yang berusia 18 tahun, Nordaniel Fikri Norlizan yang berusia 11 tahun, dan Puteri Naufa Raisha Norlizan yang baru berusia 8 tahun. Nordaniel Aiman, sebagai kakak tertua, memutuskan untuk mengantar kedua adiknya menggunakan sepeda motor. Tujuannya adalah untuk memastikan langsung apakah sekolah mereka benar-benar tutup. Namun, perjalanan mereka berakhir dengan tragedi setelah terlibat dalam kecelakaan.
Kakek mereka merupakan orang pertama yang menemukan ketiga cucunya tergeletak tidak bergerak di lokasi kecelakaan.
Bibi mereka, Norimah Khamis, mengungkapkan bahwa sebenarnya ibu dan nenek mereka telah memberi tahu bahwa sekolah diliburkan pada hari itu karena kabut asap.
Namun, Nordaniel Fikri tetap bersikeras untuk pergi ke sekolah. Menurut Norimah, bocah berusia 11 tahun itu sangat mencintai sekolah dan hampir tidak pernah bolos, bahkan ketika kondisi kesehatannya kurang baik.
“Setelah itu, adik perempuannya juga ingin ikut. Akhirnya, kakak mereka mengantar keduanya menggunakan sepeda motor untuk memastikan sendiri apakah sekolah benar-benar tutup. Tak ada yang menduga bahwa perjalanan menuju sekolah itu justru akan merenggut nyawa mereka bertiga secara bersamaan dengan cara yang sangat menyedihkan,” ujar Norimah, seperti dilansir dari laman SCMP.
Norimah melukiskan ketiga keponakannya yang memiliki tiga saudara lainnya sebagai anak-anak yang baik dan penuh kasih.
“Mereka bukan tipe anak yang banyak bicara dan cenderung pemalu, terutama Puteri Naufa Raisha yang merupakan satu-satunya gadis di antara mereka,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa uang saku sekolah Puteri Naufa Raisha masih tersimpan di saku baju kurung yang dikenakannya. Baju seragamnya pun tampak sangat bersih saat ditemukan di lokasi kecelakaan.
“Ibu mereka juga menceritakan kepada saya bahwa dia baru saja membelikan sepatu baru untuk Nordaniel Fikri, yang sangat menyukai sepak bola. Di sisi lain, Nordaniel Aiman sedang dalam proses pendaftaran ke GiatMara, lembaga pelatihan keterampilan dan kejuruan di Malaysia,” jelas Norimah.
Ayah mereka, Norlizan Khamis Norlizan, yang bekerja sebagai buruh harian, mengaku menerima berita duka dari ayah mertuanya saat sedang bekerja. Kabar tersebut memberitahukan tentang tragedi yang menimpa ketiga anaknya.
➡️ Baca Juga: Skincare Berbahan Laut: Keunggulan dan Perbedaannya dengan Produk Konvensional
➡️ Baca Juga: MGBKI Ajukan Amicus Curiae ke MK untuk Menyoroti Dualisme Pendidikan Spesialis




