Perjalanan 5 Tahun Listyo Sigit di Polri: 3 Kasus Besar Sebelum Pergantian dengan Suyudi

Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kapolri setelah mendapatkan persetujuan dari DPR RI dalam rapat paripurna pada Kamis, 1 Oktober 2026. Posisi Kapolri kini diisi oleh Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, yang diusulkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Listyo Sigit telah menjabat sebagai Kapolri sejak 27 Januari 2021. Selama masa kepemimpinannya, Polri menghadapi berbagai tantangan besar yang mendapat perhatian luas dari masyarakat.
Di antara sekian banyak kasus, tiga di antaranya menjadi sorotan utama pada tahun 2022, yaitu pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J), Tragedi Kanjuruhan, dan kasus narkotika yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa.
Berikut adalah tiga kasus signifikan yang menjadi bagian dari perjalanan Listyo Sigit selama menjabat sebagai Kapolri.
Kasus Pembunuhan Brigadir J
Kasus pembunuhan Brigadir J menjadi salah satu peristiwa yang paling banyak dibicarakan oleh publik sepanjang tahun 2022. Yosua ditemukan tewas pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Ferdy Sambo yang terletak di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.
Awalnya, kematian Yosua dilaporkan sebagai akibat baku tembak. Namun, penyelidikan lebih lanjut mengungkap adanya rekayasa dalam skenario awal kejadian tersebut.
Menanggapi hal ini, Listyo Sigit membentuk tim khusus pada 12 Juli 2022 untuk menyelidiki kasus tersebut. Pada 9 Agustus 2022, Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Seiring berjalannya waktu, kasus ini berkembang dan melibatkan sejumlah anggota Polri yang diduga terlibat dalam perintangan penyidikan atau obstruction of justice.
Kasus ini menjadi ujian berat bagi Polri karena melibatkan personel, termasuk perwira tinggi. Penanganan kasus ini pun menjadi sorotan publik terkait transparansi dan profesionalisme institusi dalam mengusut perkara yang melibatkan anggotanya sendiri.
Tragedi Kanjuruhan
Beberapa bulan setelah terungkapnya kasus Brigadir J, Polri kembali menghadapi tantangan besar melalui Tragedi Kanjuruhan.
Insiden tragis ini terjadi pada 1 Oktober 2022, setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Penggunaan gas air mata oleh aparat kepolisian memicu kepanikan di antara penonton yang berusaha keluar dari stadion. Akibatnya, tragedi ini merenggut 135 nyawa.
Polri kemudian menetapkan enam tersangka dalam kasus Kanjuruhan, termasuk tiga anggota kepolisian. Kasus ini juga menjadi perhatian publik terkait prosedur pengamanan pertandingan sepak bola, penggunaan kekuatan oleh aparat, serta penanganan massa di dalam stadion.
Kasus Narkotika Irjen Teddy Minahasa
Selain dua kasus besar di atas, Listyo Sigit juga harus menghadapi kasus narkotika yang melibatkan mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Teddy Minahasa. Kasus ini mengungkapkan adanya keterlibatan pejabat tinggi dalam jaringan narkoba, yang tentunya mencoreng citra institusi kepolisian.
Irjen Teddy dituduh terlibat dalam penyalahgunaan wewenang dan peredaran narkoba. Penanganan kasus ini menjadi sangat krusial, mengingat dampaknya terhadap kepercayaan publik terhadap Polri.
Kasus ini menunjukkan bahwa tantangan yang dihadapi oleh Listyo Sigit tidak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga pada upaya pemulihan reputasi Polri sebagai lembaga penegak hukum yang profesional dan berintegritas.
Perjalanan Listyo Sigit di Polri selama lima tahun terakhir telah dipenuhi dengan berbagai tantangan yang kompleks. Dari penanganan kasus-kasus besar hingga memperbaiki citra institusi, setiap langkah yang diambil menjadi sorotan publik.
Dengan pergantian kepemimpinan kepada Komisaris Jenderal Suyudi Ario Seto, masyarakat berharap akan ada perubahan positif dan peningkatan dalam manajemen Polri ke depan. Harapan ini mengindikasikan pentingnya kepemimpinan yang responsif dan transparan dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
Sebagai penutup, perjalanan Listyo Sigit di Polri mencerminkan dinamika yang kompleks dalam institusi penegak hukum. Dengan banyaknya kasus yang dihadapi, serta tantangan untuk menjaga kepercayaan publik, masa jabatannya akan dikenang sebagai periode yang penuh dengan ujian dan perubahan.
➡️ Baca Juga: Mengelola Keuangan Organisasi Non-Profit untuk Meningkatkan Transparansi dan Kepercayaan Publik
➡️ Baca Juga: Freelance Digital Sebagai Pilihan Pekerjaan Sampingan di Era Ekonomi Tidak Pasti




