Houthi Serang Mekkah, Kemenag Keluarkan Imbauan untuk Perjalanan Umrah

Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan pernyataan resmi untuk para jemaah umrah yang akan berangkat ke Tanah Suci. Langkah ini diambil menyusul ketegangan yang meningkat antara pemerintah Arab Saudi dan kelompok Houthi. Pada Selasa malam, 15 September 2026, Arab Saudi menginformasikan bahwa mereka telah berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang diluncurkan oleh kelompok Houthi di wilayah selatan kota suci Mekkah.
Dalam pengumuman yang dirilis di situs resmi mereka pada Rabu, 16 Juli 2026, Kementerian Haji dan Umrah meminta agar jemaah umrah yang belum memulai perjalanan tidak menuju ke bandara sebelum mendapatkan kepastian mengenai jadwal penerbangan dari penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU).
Puji Raharjo, selaku Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, mengimbau agar jemaah tetap tenang dan menjadikan PPIU sebagai sumber informasi utama terkait jadwal dan teknis keberangkatan mereka.
“Jemaah kami sarankan untuk tetap tenang. Bagi yang belum berangkat, penting untuk terus berkoordinasi dengan PPIU masing-masing dan memantau perkembangan penerbangan. Hindari mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi,” ujarnya dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis, 17 September 2026.
Puji menegaskan bahwa setiap perubahan atau penyesuaian jadwal penerbangan harus segera diinformasikan oleh PPIU kepada jemaah. Sebelum berangkat ke bandara, jemaah diharapkan memastikan jadwal, waktu keberangkatan, dan arahan terbaru dari PPIU.
“Pastikan jemaah tidak tiba di bandara sebelum mendapatkan kepastian mengenai jadwal penerbangan. Seluruh informasi harus diperoleh melalui PPIU sebelum meninggalkan rumah,” tambahnya.
Kementerian Haji dan Umrah juga meminta PPIU untuk menjaga komunikasi yang aktif dan terbuka dengan jemaah. Setiap perkembangan terkait operasional penerbangan, perubahan jadwal, serta langkah penanganan harus disampaikan dengan jelas agar tidak menimbulkan kebingungan di kalangan jemaah.
Pemerintah terus memantau situasi yang berkembang dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Bagi jemaah yang sudah berada di Arab Saudi dan memerlukan informasi atau pendampingan, Kementerian Haji dan Umrah mengimbau mereka untuk berkoordinasi dengan PPIU serta Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI).
“Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi disarankan untuk berkoordinasi dengan PPIU dan KJRI. Jangan mengambil langkah tanpa konsultasi. Pastikan komunikasi tetap terjalin agar setiap persoalan dapat ditangani dengan tepat,” tegas Puji.
Puji juga mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang beredar di media sosial sebelum memastikan kebenarannya. Informasi mengenai penerbangan dan perjalanan umrah dapat diperoleh melalui PPIU, maskapai penerbangan, saluran resmi pemerintah, serta perwakilan Indonesia yang ada di Arab Saudi.
➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menghindari Kerugian Saat Memulai Bisnis Rumahan untuk Pemula
➡️ Baca Juga: Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditunda, Pemprov DKI Sampaikan Permohonan Maaf kepada Warga




