Daratan Baru Gunung Anak Krakatau Luas 32,8 Hektare, Setara 13 Kali Candi Borobudur

Daratan baru yang muncul di sekitar Gunung Anak Krakatau tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Fenomena ini terjadi usai erupsi besar yang terjadi beberapa waktu lalu, menarik perhatian banyak kalangan.
Menanggapi kemunculan daratan baru tersebut, Badan Geologi memberikan penjelasan. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), S.S. Rita Susilawati, mengungkapkan bahwa luas daratan yang terpantau mencapai 32,8 hektare.
“Setelah menganalisa citra satelit Sentinel, Badan Geologi mencatat adanya penambahan luas sebesar 32,8 hektare,” kata Rita dalam sebuah pernyataan resmi yang diunggah di akun Threads Badan Geologi pada Kamis, 24 September 2026.
Daratan baru seluas 32,8 hektare tersebut setara dengan ukuran sekitar 13 kali luas area utama Candi Borobudur, yang diakui sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO. Luasan ini juga mencakup sekitar 12 persen dari total area Gelora Bung Karno (GBK).
Rita menjelaskan bahwa penambahan daratan ini terjadi di bagian barat laut hingga barat daya Gunung Anak Krakatau, yang disebabkan oleh akumulasi material piroklastik dan aliran lava dari erupsi yang berlangsung terus-menerus pada tanggal 4 hingga 6 September 2026.
Melalui citra satelit yang sama, Rita juga menginformasikan adanya dua ‘gumuk pulau kecil’ yang terdeteksi di sebelah barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau. Kemunculan pulau-pulau kecil ini diperkirakan berkaitan langsung dengan erupsi yang berlangsung selama kurang lebih 25 jam.
“Dari analisis awal, magma yang mengalir saat erupsi mencapai permukaan melalui jalur yang mengarah dari barat laut ke tenggara. Akibatnya, material erupsi membentuk daratan baru yang tampak dalam bentuk dua gumuk seperti pulau,” tambahnya.
Namun, Rita mengingatkan bahwa informasi ini masih berupa dugaan yang perlu divalidasi melalui pengecekan di lapangan. Badan Geologi berencana untuk membandingkan citra satelit sebelum dan sesudah erupsi serta melakukan verifikasi langsung di lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Rita juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk menjauh dari radius 2 kilometer dari pusat erupsi dan tidak mendekat dalam radius 1 kilometer dari lokasi kedua gumuk yang baru muncul demi keselamatan bersama.
“Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Status Gunung Anak Krakatau saat ini adalah waspada, dengan rekomendasi untuk tidak berada dalam radius 2 kilometer dari pusat erupsi. Untuk keselamatan, sangat disarankan agar tidak mendekati radius 1 kilometer dari lokasi gumuk yang terlihat di dekat Gunung Anak Krakatau,” demikian penjelasan resmi yang disampaikan oleh Rita.
➡️ Baca Juga: Panduan Memilih Suplemen Kebugaran Aman dan Efektif untuk Atlet yang Profesional
➡️ Baca Juga: Weton yang Ideal untuk Karyawan: Mendorong Karier dan Membuka Peluang Rezeki




