Sekjen PBB Mengunjungi Indonesia Selama 3 Hari, Simak Agenda Kunjungan Tersebut

Jakarta – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Sabtu malam. Setibanya, ia langsung menuju hotel tempat ia akan menginap selama berada di Jakarta.
Selama di Jakarta, Guterres dijadwalkan untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, ia juga akan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI yang berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedatangan Sekjen PBB di Bandara Soekarno-Hatta disambut dengan upacara kenegaraan yang melibatkan pasukan jajar kehormatan. Di Terminal VVIP bandara tersebut, Guterres disambut oleh Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, yang mewakili pemerintah Indonesia.
Dalam sambutan penyambutan, turut hadir Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Umar Hadi, serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI, Denny Abdi. Juga hadir Gita Sabharwal, Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia.
Siaran resmi dari Sekretariat Presiden menyatakan bahwa kunjungan Sekjen PBB ke Indonesia merupakan momentum penting dalam hubungan diplomatik kedua belah pihak. Kunjungan ini membuka peluang untuk memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global yang ada saat ini.
“Kunjungan ini berlangsung di tengah berbagai tantangan global yang membutuhkan dialog dan kerja sama antarnegara. Pertemuan dengan Presiden Prabowo akan menjadi kesempatan bagi Indonesia dan PBB untuk memperkuat komunikasi serta bertukar pandangan mengenai persoalan yang menjadi perhatian bersama,” demikian bunyi pernyataan resmi Sekretariat Presiden.
Agenda kunjungan Guterres di Indonesia berlangsung dari 17 hingga 19 Oktober 2026, dan ini adalah kunjungan perdana Sekjen PBB dalam masa pemerintahan Presiden Prabowo.
Wakil Juru Bicara Sekjen PBB, Farhan Haq, menjelaskan dalam konferensi pers baru-baru ini bahwa agenda Guterres di Indonesia tidak hanya terbatas pada pertemuan dengan Presiden Prabowo. Ia juga akan mengunjungi PMPP TNI dan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang telah gugur saat bertugas dalam misi penjaga perdamaian PBB.
“Di PMPP TNI, Sekretaris Jenderal juga akan berkesempatan bertemu dengan prajurit yang akan diberangkatkan dalam misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA),” jelas Farhan Haq.
Setelah itu, di Jakarta, Sekjen PBB berencana untuk memberikan pidato yang membahas masa depan multilateralisme di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
➡️ Baca Juga: Arab Saudi Hadapi Tantangan Houthi Meski Anggaran Militer Capai Rp 1.493 Triliun
➡️ Baca Juga: Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai Pilar Utama Kebangkitan RI




