Konglomerat Masuk 10 Besar Terkaya di Indonesia Setelah Dilantik Jadi Wantimpres

Jakarta – Dato’ Sri Tahir, seorang pengusaha terkemuka di Indonesia, mengungkapkan bahwa penunjukannya sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto adalah sebuah kehormatan yang sangat besar.
“Saya merasa sangat terhormat dapat dilantik oleh Bapak Presiden Prabowo,” ujar Tahir setelah pelantikan resmi yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Konglomerat yang kini menempati posisi sepuluh besar orang terkaya di Indonesia ini menjelaskan bahwa sebenarnya dia telah diangkat sebagai anggota Wantimpres sekitar dua tahun yang lalu, namun pelantikan barunya baru terlaksana pada hari tersebut.
“Sebetulnya saya sudah diangkat dua tahun lalu, tetapi karena beberapa pertimbangan, pelantikan ini ditunda hingga hari ini,” tambahnya.
Ketika ditanya mengenai rencana dan program yang akan dijalankannya sebagai anggota Wantimpres, Tahir menyerahkan sepenuhnya kepada ketua Wantimpres, Pratikno.
“Untuk hal itu, lebih baik Anda tanyakan kepada Pak Pratikno, selaku ketuanya,” ujarnya.
Tahir juga menegaskan bahwa dia tidak memiliki agenda khusus yang ingin dibawanya dalam menjalankan peran barunya sebagai anggota Wantimpres.
“Tidak ada agenda khusus, saya akan mengikuti saja alurnya,” kata pendiri Mayapada Group yang juga menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mayapada Internasional.
Menurut Tahir, harapan yang selalu dia sampaikan untuk bangsa ini adalah agar masyarakat Indonesia semakin maju, sejahtera, dan makmur.
“Kita selalu berharap agar rakyat Indonesia bisa lebih maju, lebih makmur, dan lebih sejahtera. Itulah doa yang selalu kita panjatkan,” jelasnya.
Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 26 anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P tentang Pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama.
Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, sementara Hatta Rajasa menjabat sebagai Wakil Ketua, dan Muhammad Qodari dilantik sebagai Sekretaris.
Tahir bergabung dengan sejumlah tokoh penting lainnya dalam jajaran anggota Wantimpres, seperti Sinta Nuriyah Wahid, Muhammad Quraish Shihab, Agum Gumelar, Chairul Tanjung, KH Said Aqil Siradj, Soekarwo, KH Yahya Cholil Staquf, Budi Gunawan, Jusuf Hamka, Ignasius Jonan, Margarito, dan Rocky Gerung.
Sebelumnya, Tahir juga pernah menjabat sebagai anggota Wantimpres pada periode 2019-2024, di mana dia dilantik oleh Presiden ke-7, Joko Widodo, bersamaan dengan delapan anggota Wantimpres lainnya pada tanggal 13 Desember 2019.
➡️ Baca Juga: Pengamat Soroti Julukan King Indo untuk Timnas Indonesia: Kegagalan di Asia Tenggara
➡️ Baca Juga: PBSI Kirim 20 Pemain untuk Asian Games 2026, Temukan Kejutan di Skuad Beregu Indonesia




