Gianni Infantino Raup Keuntungan Besar dari Gelar Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Keberhasilan Timnas Indonesia meraih gelar juara di FIFA ASEAN Cup 2026 telah menarik perhatian luas dari berbagai kalangan, termasuk media internasional.
Dalam laporan yang ditulis oleh John Duerden, sebuah media terkemuka asal Inggris, prestasi skuad Garuda ini tidak hanya menciptakan sejarah baru bagi dunia sepak bola Indonesia. Gelar ini juga diyakini dapat memberikan dampak positif bagi Gianni Infantino, Presiden FIFA, yang tengah berada di bawah sorotan.
Pentingnya perhatian ini muncul saat Infantino semakin aktif berkunjung ke sejumlah negara di Asia. Aktivitas ini semakin intensif menjelang pemilihan Presiden FIFA yang akan datang, di mana dukungan dari asosiasi sepak bola di Asia menjadi salah satu aspek yang sangat diperhatikan.
Indonesia memberikan berita baik bagi Infantino setelah berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen yang merupakan salah satu gagasannya.
Timnas Indonesia memastikan gelar tersebut setelah mengalahkan Thailand dalam adu penalti di partai final yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin, 5 Oktober 2026.
Setelah bermain imbang 2-2 selama 120 menit pertandingan, Indonesia berhasil meraih kemenangan 4-2 melalui drama adu penalti di hadapan sekitar 70 ribu penonton.
Media The Guardian menilai bahwa kemenangan ini memberikan keuntungan besar bagi Infantino, terutama karena Indonesia dipandang sebagai sekutu yang mendukungnya.
“Jakarta telah menunjukkan dukungannya, dan Indonesia memberikan Infantino dukungan besar dengan meraih gelar pada turnamen yang sangat didasari gagasannya,” tulis laporan tersebut.
Infantino memang dikenal sebagai arsitek di balik pelaksanaan FIFA ASEAN Cup. Turnamen ini diperkenalkan dalam pertemuan regional ASEAN yang diadakan di Kuala Lumpur pada Oktober tahun lalu.
Namun, sejak peluncurannya, FIFA ASEAN Cup juga menghadapi pertanyaan mengenai pentingnya penyelenggaraan turnamen ini.
Pertanyaan tersebut muncul di kalangan pengamat sepak bola di Asia Tenggara.
Sebenarnya, Asia Tenggara telah memiliki turnamen regional yang sudah berlangsung setiap dua tahun sekali sejak 1996, yang sekarang dikenal sebagai Hyundai ASEAN Championship.
Edisi ke-16 dari turnamen tersebut baru saja berakhir pada Agustus 2026, dengan Vietnam keluar sebagai juara.
Kehadiran FIFA ASEAN Cup menimbulkan pertanyaan tentang perlunya kompetisi baru di kawasan yang sudah memiliki turnamen regional yang mapan.
FIFA sempat berupaya untuk meningkatkan daya tarik turnamen ini dengan mengundang negara-negara besar seperti China dan India, yang memiliki basis penonton yang besar. Namun, keduanya akhirnya memilih untuk tidak berpartisipasi dalam kompetisi tersebut.
➡️ Baca Juga: AS Meningkatkan Tekanan Terhadap Kanada dalam Isu Perdagangan dan Keamanan
➡️ Baca Juga: Pelajar Tewas Tertabrak KRL di Kalideres, Polisi Temukan Korban Melintas Jalur Terlarang




