happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Dukung Kemandirian Desa Melalui Inisiatif Pupuk Kaltim yang Strategis

Jakarta – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) baru-baru ini menerima penghargaan Gold dalam ajang CSR & PDB Awards 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT). Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas kontribusi Pupuk Kaltim dalam memajukan masyarakat dan desa secara berkelanjutan melalui program Pengembangan Kawasan Terpadu Berbasis Integrasi Sistem Agroenergi (PKT BISA).

Program PKT BISA dilaksanakan di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Inisiatif ini dianggap berhasil dalam menghadirkan pendekatan pemberdayaan yang mengintegrasikan berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan, pengelolaan limbah, energi terbarukan, serta pengembangan usaha masyarakat dalam satu ekosistem yang saling mendukung.

Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rafli Yandra, menegaskan bahwa keberhasilan PKT BISA menunjukkan bahwa program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dirancang dengan cermat dapat memberikan dampak yang lebih besar ketika disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan masyarakat setempat.

“Fokus utama kami adalah meningkatkan kapasitas masyarakat, menciptakan nilai tambah dari potensi lokal, dan membangun sistem yang dapat berkelanjutan setelah intervensi program. Pupuk Kaltim mengembangkan PKT BISA dengan pendekatan ekonomi sirkular untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” jelas Rafli Yandra dalam keterangannya pada Rabu, 30 September 2026.

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program PKT BISA secara bertahap membangun ekosistem agribisnis yang mengintegrasikan berbagai sektor potensial di Desa Kepuhrejo. Pupuk Kaltim juga melibatkan berbagai pihak terkait dalam proses pengembangan program ini.

Melalui PKT BISA, Pupuk Kaltim berhasil mengubah limbah yang sebelumnya menjadi masalah lingkungan menjadi sumber daya yang bernilai ekonomi. Limbah dari sektor peternakan dan perikanan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk menghasilkan energi dan kompos, sedangkan hasil pertanian serta produk perikanan dikembangkan menjadi barang bernilai tambah oleh kelompok usaha masyarakat.

Salah satu perkembangan terbaru dalam inisiatif PKT BISA adalah penguatan integrasi sistem agroenergi, yang memanfaatkan limbah pertanian dan peternakan untuk menghasilkan biogas. Energi yang dihasilkan dari proses ini digunakan untuk mendukung kegiatan pengeringan hasil pertanian, mendorong produktivitas UMKM, serta memenuhi kebutuhan energi rumah tangga bagi masyarakat rentan di sekitar wilayah tersebut.

Pendekatan ini memungkinkan pengelolaan limbah tidak hanya terbatas pada aspek lingkungan, tetapi juga mengubahnya menjadi sumber energi yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Pemanfaatan biogas juga berkontribusi pada pengurangan potensi pencemaran dan emisi dari limbah organik yang sebelumnya tidak dikelola dengan baik.

    ➡️ Baca Juga: PC Gaming Cyberpunk dengan Performa Optimal dan Komponen Hardware Terbaru 2026

    ➡️ Baca Juga: Fasilitas dan Layanan Tidak Sesuai SOP, BGN Akan Hentikan Insentif SPPG

    Related Articles

    Back to top button