happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
berita

Dedikasi Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda: Retno Pinasti, Inspirasi Jurnalisme Era AI

Duka mendalam menyelimuti dunia jurnalisme Indonesia setelah hilangnya lima jurnalis saat mereka melaksanakan tugas peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Kejadian ini menjadi sebuah refleksi penting mengenai dedikasi yang ditunjukkan oleh wartawan dalam menjalankan profesinya.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi, Retno Pinasti, menyampaikan bahwa kelima jurnalis tersebut merupakan pejuang informasi yang tak kenal lelah, terutama di tengah kemajuan era kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Retno dalam acara “Doa Bersama dan Solidaritas untuk 5 Jurnalis” yang diselenggarakan di Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Senin, 21 September 2026.

“Ini adalah bentuk dedikasi yang luar biasa bagi jurnalisme di Indonesia, khususnya jurnalisme publik di era AI,” ujarnya, seperti yang dikutip pada Rabu, 23 September 2026.

Retno juga menyoroti bahwa dengan kemajuan teknologi saat ini, banyak gambar dan visual yang kini dapat direkayasa menggunakan AI.

Teknologi ini pun bisa disalahgunakan untuk menciptakan informasi palsu atau hoaks yang menyesatkan.

Di tengah tantangan yang dihadapi industri media saat ini, kelima jurnalis tersebut menjadi simbol perjuangan yang memilih untuk menghadapi risiko demi menghasilkan karya jurnalistik yang berdasarkan fakta.

“Kelima rekan kita ini memilih untuk berjuang meskipun mengorbankan keselamatan mereka demi mendapatkan fakta dan bukti dari sebuah peristiwa, dari bencana yang terjadi, untuk disampaikan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi yang telah ditunjukkan, Retno mengungkapkan rasa hormatnya kepada kelima jurnalis yang hingga saat ini masih hilang.

“Kami menyampaikan simpati kepada seluruh keluarga mereka, juga kepada tiga awak kapal yang masih belum kembali setelah menjalankan tugas. Semoga seluruh keluarga dan komunitas jurnalis Indonesia diberikan kekuatan. Terima kasih,” tutupnya.

Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap kelima jurnalis serta tiga kru kapal cepat KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada 17 September 2026 setelah berlangsung selama sepuluh hari.

    ➡️ Baca Juga: Kisah Unik Para Mekanik saat Mudik yang Jarang Terungkap di Media

    ➡️ Baca Juga: Latihan Gym Menggunakan TRX untuk Memperkuat Otot Inti dan Meningkatkan Fleksibilitas Tubuh

    Related Articles

    Back to top button