Motor Listrik VinFast, Solusi Praktis untuk Mengurangi Pengeluaran Bensin Anda

Bensin sering kali dianggap sebagai pengeluaran kecil, namun bagi banyak orang, biaya ini terus menggerogoti anggaran bulanan. Terutama bagi mereka yang menggunakan motor setiap hari untuk aktivitas seperti bekerja atau kuliah, jumlah yang dikeluarkan untuk bensin bisa menjadi cukup signifikan.
Kondisi ini mendorong banyak pengguna untuk mempertimbangkan motor listrik sebagai alternatif yang lebih ekonomis. Salah satu merek yang menawarkan solusi tersebut adalah VinFast, yang menghadirkan berbagai model motor listrik, seperti Evo, Feliz II, dan Viper, untuk membantu masyarakat mengurangi biaya operasional tanpa harus mengubah kebiasaan berkendara mereka secara drastis.
Menariknya, VinFast menawarkan skema baterai inovatif. Ketiga modelnya dapat dioperasikan dengan sistem langganan baterai, yang memungkinkan konsumen untuk tidak membeli baterai secara langsung saat membeli motor. Saat ini, biaya langganan untuk satu baterai ditetapkan sebesar Rp84 ribu per bulan, sementara biaya untuk menukarkan baterai (battery swap) adalah Rp6 ribu.
Mari kita lihat perhitungan sederhana yang dapat membantu memahami keuntungan finansialnya.
VinFast telah memberikan ilustrasi yang jelas mengenai perbandingan biaya energi antara motor listrik dan motor berbahan bakar bensin. Berdasarkan data yang mereka sajikan, pengeluaran listrik untuk motor listrik dapat dimulai dari sekitar Rp40 ribu per bulan, sementara biaya untuk bensin mencapai Rp400 ribu per bulan.
Dengan angka-angka ini, kita dapat melihat selisih biaya yang signifikan, yaitu sekitar Rp360 ribu per bulan. Dalam satu tahun, potensi penghematan yang dapat diperoleh dari tidak membeli bensin mencapai sekitar Rp4,32 juta.
Namun, perhitungan ini belum memasukkan biaya langganan baterai. Jika kita mempertimbangkan satu baterai dengan biaya langganan Rp84 ribu per bulan, maka total pengeluaran bulanan akan menjadi sekitar Rp124 ribu. Ini terdiri dari Rp40 ribu untuk listrik dan Rp84 ribu untuk langganan baterai.
Dengan skenario ini, selisih biaya terhadap pengeluaran bensin yang mencapai Rp400 ribu adalah sekitar Rp276 ribu per bulan. Dalam setahun, ini berarti potensi penghematan mencapai Rp3,31 juta.
Salah satu keuntungan dari sistem baterai VinFast adalah pengguna tidak perlu menunggu baterai terisi penuh sebelum menggunakan motor.
Dari segi fleksibilitas, sistem penukaran baterai menjadi salah satu fitur menarik dari VinFast. Pengguna tidak perlu menunggu lama untuk mengisi daya baterai saat membutuhkan kendaraan dengan segera.
VinFast mengklaim bahwa proses penukaran baterai dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dengan biaya hanya Rp6 ribu untuk setiap kali penukaran, pengguna dapat mengganti baterai di lokasi yang telah ditentukan tanpa perlu membawa pulang baterai untuk diisi sendiri.
➡️ Baca Juga: Iran Tolak Gencatan Senjata Sementara, Trump Pastikan Batas Waktu Tidak Dapat Diundur
➡️ Baca Juga: Kamera Samsung Galaxy S26 Series Menjaga Stabilitas Meskipun Smartphone Diputar




