5 Gunung Api Aktif Erupsi Berdekatan, Purbaya Jamin Stabilitas Ekonomi Indonesia

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan harapannya bahwa bencana yang sedang melanda Indonesia tidak akan berdampak signifikan terhadap perekonomian di kuartal III dan IV tahun ini.
Ia menjelaskan, “Dari sisi anggaran, situasi masih aman. Meskipun ada sedikit gangguan pada ekonomi, saya yakin ini tidak akan memperlambat pertumbuhan secara signifikan,” ungkap Purbaya di Jakarta pada hari Senin, 7 September 2026.
Purbaya juga menambahkan bahwa perekonomian Indonesia masih berada pada jalur yang sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Kita masih dalam jalur yang tepat. Bahkan, kami berencana untuk mempercepat pencapaian target di triwulan ketiga dan keempat,” katanya.
Mengenai penanganan bencana, Purbaya menyatakan bahwa anggaran untuk penanganan tersebut dikelola oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Dia menegaskan bahwa dirinya siap untuk memberikan bantuan dana tambahan jika diperlukan.
“BNPB sudah memiliki dana cadangan. Tentu, BNPB yang pertama kali akan melakukan intervensi jika ada kebutuhan. Jika diperlukan dana tambahan, kami akan segera menyalurkannya. Semoga dampaknya tidak terlalu besar,” ucapnya.
Sebagai informasi, pada Minggu, 6 September 2026, terjadi peningkatan aktivitas erupsi di beberapa gunung api di Indonesia. Diantaranya adalah Gunung Anak Krakatau, Gunung Sinabung, Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Semeru, dan Gunung Merapi, yang semuanya mengalami erupsi dalam waktu yang berdekatan.
Presiden Prabowo Subianto mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah Jakarta, Banten, Lampung, dan daerah sekitar Selat Sunda, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan terkait aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Dia meminta masyarakat untuk mengikuti semua arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan, serta tidak mendekati area Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diharapkan untuk mematuhi peraturan mengenai zona bahaya dan batas aman yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.
Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan mendapatkan informasi terkini dari berbagai instansi terkait.
Ia juga telah meminta kepada BNPB, BMKG, TNI, Polri, Pemerintah Daerah, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk terus memantau situasi yang berkembang.
Seluruh unsur pemerintah diminta untuk memastikan bahwa kesiapsiagaan berjalan dengan baik dan memberikan perlindungan serta dukungan yang dibutuhkan kepada masyarakat.
Bagi masyarakat yang terkena dampak abu vulkanik, Presiden Prabowo mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dengan menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan.
➡️ Baca Juga: Padang Laksanakan PJJ untuk Siswa SD dan SMP pada 9-11 September Karena Kabut Asap
➡️ Baca Juga: Oven Kayu Membuat Neapolitan Pizza Rumahan Lebih Nikmat




