pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
lifestyle

Gadget Seukuran Koin Ini Berpotensi Mengganggu Sistem Pesawat Boeing 737

Sebuah studi mengenai keamanan siber baru-baru ini mengungkapkan adanya potensi kerentanan dalam sistem elektronik Boeing 737 yang menarik perhatian berbagai kalangan di industri penerbangan. Peneliti dari University of California San Diego dan Oberlin College telah menunjukkan bahwa perangkat elektronik berukuran sangat kecil dapat dimanfaatkan untuk mengubah komunikasi dalam sistem navigasi pesawat.

Temuan ini menjadi sangat penting karena gadget seukuran koin yang digunakan hanya membutuhkan komponen dengan nilai sekitar US$100, atau sekitar Rp1,7 juta. Namun, penting untuk dicatat bahwa penelitian ini dilakukan dengan menggunakan komponen dan suku cadang Boeing 737, bukan dengan melakukan pengujian serangan pada pesawat yang sedang beroperasi di udara.

Perangkat kecil ini tampaknya memanfaatkan celah yang ada pada sistem navigasi yang sudah usang.

Menurut laporan yang dirilis oleh SlashGear, perangkat tersebut dirancang untuk dipasang pada konektor pemeliharaan yang terletak di ruang Electronics and Equipment bay, yaitu bagian pesawat yang menyimpan sejumlah komputer penting untuk operasional penerbangan.

Celah yang menjadi fokus perhatian muncul dari komunikasi antara Flight Management Computer (FMC) dan unit tampilan yang digunakan oleh pilot untuk memasukkan informasi penerbangan. Kedua sistem ini berkomunikasi dengan menggunakan standar pengkabelan yang sudah ada sejak tahun 1977 dan tidak dilengkapi dengan mekanisme autentikasi yang modern.

Dalam skenario yang diuji dalam penelitian, perangkat ini dapat memanipulasi informasi yang dikirim melalui jalur tersebut. Salah satu dampaknya adalah kemampuan untuk mengubah rute yang diikuti oleh sistem autopilot, tanpa adanya indikasi langsung pada tampilan yang digunakan oleh pilot.

Namun, penting untuk dicatat bahwa temuan ini tidak berarti seseorang dapat dengan mudah mengambil alih kendali sebuah Boeing 737 hanya dengan membawa gadget seukuran koin. Ada berbagai persyaratan teknis dan aspek keamanan yang membuat skenario serangan yang realistis jauh lebih kompleks.

Para peneliti tidak melakukan pengujian pada pesawat penumpang yang sedang beroperasi. Mereka membeli komponen bekas dari Boeing 737 dan merakitnya menjadi sistem pengujian di laboratorium berdasarkan informasi teknis yang tersedia.

Tim peneliti juga telah berkomunikasi dengan pihak Boeing mengenai celah yang ditemukan. Diketahui bahwa Boeing telah menyadari masalah ini sejak tahun 2020. Pada tahun 2023, perusahaan tersebut bahkan memberikan kesempatan kepada tim peneliti untuk melakukan pengujian di fasilitas miliknya, dan hasil pengujian menunjukkan bahwa serangan tersebut dapat direplikasi dalam lingkungan yang terkontrol.

    ➡️ Baca Juga: Penertiban PKL dan Bangli di Kiaracondong, 800 Kios Siap Relokasi Pedagang secara Terstruktur

    ➡️ Baca Juga: Ekonomi Digital dan Stabilitas Politik: Tantangan dan Peluang

    Related Articles

    Back to top button