asdadsasd.com

kpkgg
bola

Empat Tahun Tragedi Kanjuruhan: Pesan Duka Presiden FIFA Gianni Infantino untuk Sepak Bola Indonesia Aman

Empat tahun telah berlalu sejak terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang mengejutkan dunia sepak bola Indonesia. Peristiwa tragis yang merenggut 135 jiwa pada 1 Oktober 2022 ini masih menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban dan seluruh penggemar sepak bola di Tanah Air.

Dalam memperingati empat tahun tragedi tersebut, Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengungkapkan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga para korban. Ia menegaskan kembali komitmen FIFA untuk terus mendukung Indonesia dalam upaya transformasi dan perbaikan sepak bola.

Pesan duka tersebut disampaikan Infantino melalui media sosial pada 1 Oktober 2026. Ia menyatakan bahwa dirinya merasa berduka bersama seluruh komunitas sepak bola di dunia atas insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas para korban tragedi Stadion Kanjuruhan yang terjadi empat tahun lalu,” ucap Infantino dengan penuh empati.

Presiden FIFA tersebut juga menegaskan bahwa perhatian FIFA tidak hanya tertuju pada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga pada pentingnya menciptakan sistem sepak bola yang lebih aman di Indonesia.

“FIFA berkomitmen untuk bekerja sama dengan Asosiasi Sepak Bola Indonesia, yang dipimpin oleh Erick Thohir, serta pemerintah Indonesia dalam melanjutkan transformasi sepak bola dan membangun masa depan yang lebih aman,” tambahnya.

Infantino menekankan bahwa keselamatan merupakan salah satu aspek krusial dalam perjalanan transformasi sepak bola Indonesia. Kerja sama antara FIFA dan PSSI semakin diperkuat dalam berbagai sektor dalam beberapa tahun terakhir, mulai dari pengembangan infrastruktur, hingga program sepak bola di tingkat akar rumput. FIFA juga mencatat kemajuan dalam investasi dan program sepak bola di Indonesia melalui inisiatif FIFA Forward dan berbagai program lainnya.

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah pertandingan Liga 1 yang mempertemukan Arema FC dan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022.

Kericuhan mulai terjadi setelah pertandingan berakhir. Situasi semakin memburuk ketika gas air mata ditembakkan ke arah penonton. Penonton yang berusaha keluar dari stadion mengalami panik dan berdesak-desakan di beberapa pintu keluar.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh Komnas HAM, tragedi ini mengakibatkan 135 orang kehilangan nyawa dan ratusan lainnya mengalami luka-luka. Lembaga tersebut menyimpulkan bahwa terjadi pelanggaran hak asasi manusia dalam insiden Kanjuruhan, termasuk penggunaan kekuatan yang berlebihan dan masalah terkait keselamatan dalam penyelenggaraan pertandingan.

    ➡️ Baca Juga: Modal Rp158 Juta, Pikap Ini Siap Bertransformasi Menjadi Food Truck atau Mobil Kas Keliling

    ➡️ Baca Juga: Purbaya Menyatakan Dana Pemerintah Mendorong Indeks Keyakinan Konsumen di Agustus 2026

    Related Articles

    Back to top button