75 Tahun Prabowo: 14 Kali Menghadapi Bahaya, Asisten Khusus Presiden Ungkap Kisah Menarik

Jakarta – Hari yang istimewa, 17 Oktober 2026, menjadi momen bersejarah ketika Prabowo Subianto merayakan ulang tahunnya yang ke-75. Di balik sosoknya yang dikenal luas, terdapat banyak cerita menarik yang jarang terungkap kepada publik mengenai perjalanan hidupnya.
Asisten Khusus Presiden untuk Komunikasi dan Analisis Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, telah membagikan beberapa kisah yang menggambarkan sisi lain dari Prabowo, termasuk momen-momen emosional yang mungkin tidak banyak diketahui oleh masyarakat.
Dirgayuza, yang akrab disapa Yuza, menjelaskan alasan mengapa Prabowo memilih untuk mendedikasikan sisa hidupnya dalam pengabdian kepada rakyat dan bangsa. Keputusan ini bukan hanya sekadar pilihan, melainkan hasil dari pengalaman hidup yang mendalam.
Kisah-kisah ini sengaja disampaikan oleh Yuza melalui unggahan di media sosialnya untuk memperingati 75 tahun Prabowo.
“Pada hari ini, 17 Oktober 2026, Bapak Prabowo merayakan ulang tahunnya yang ke-75. Sejak mengenalnya di ulang tahunnya yang ke-55, saya menyadari bahwa kita bisa memahami seseorang dari cara mereka berdiam diri,” tulis Dirgayuza dalam postingannya.
“Dari tatapan yang lama ia berikan, dari cerita yang membuat suaranya bergetar, serta dari tulisan yang mencerminkan pemikiran dan perjuangannya. Inilah yang kami, bersama Agung Gumilar, sajikan dalam buku ‘Inilah Prabowo, Apa Adanya’,” lanjut Yuza.
Buku yang berjudul “Inilah Prabowo, Apa Adanya” ini ditulis oleh Dirgayuza bersama Asisten Khusus Presiden yang menangani Analisis Data Strategis, Agung Gumilar Saputra.
Diluncurkan pada tahun 2026, buku tersebut mengungkap beragam pengalaman yang mereka alami selama mendampingi Prabowo, termasuk berbagai peristiwa penting yang terjadi di balik aktivitas kepresidenannya.
Salah satu cerita yang diungkap oleh Dirgayuza mengisahkan tentang Naila, seorang anak dari Palembang yang tinggal di sebuah gubuk sederhana di tepi sungai.
Prabowo terlihat termenung setelah melihat foto Naila yang ditampilkan oleh Menteri Sosial dalam sebuah presentasi.
“Salah satu momen yang sangat berkesan adalah saat melihat Naila, seorang gadis kecil dari Palembang yang tinggal di gubuk pinggir sungai. Setelah melihat fotonya dalam paparan Menteri Sosial, Prabowo terdiam sejenak. Ia kemudian berkata, ‘Kita harus bisa mendirikan sekolah berasrama untuk Naila,'” ujar Yuza dalam unggahannya.
“Wajah Naila terus terbayang di benaknya saat rapat. Ia ingin semua orang mengingat untuk siapa sekolah itu dibangun,” tambah Yuza dalam tulisannya.
Oleh karena itu, Yuza menyatakan bahwa sebanyak 182 Sekolah Rakyat (SR) di berbagai wilayah secara bersamaan membuka pintunya untuk menggelar acara griya (open house) bagi masyarakat, bertepatan dengan hari ulang tahun Presiden.
➡️ Baca Juga: Arsenal Kalah 2-1 dari Southampton, Arteta Ajak Tim untuk Evaluasi Diri
➡️ Baca Juga: Maia Estianty Diskusikan Rezeki, Kerja Keras, dan Sedekah, Dapat Kritik Tajam dari Netizen



