VKTR Luncurkan Bus Listrik Arjuno, Angkut 25 Penumpang dan Jangkau 350 Km untuk Mobilisasi Pertambangan

Jakarta – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (“VKTR”), yang dikenal sebagai pionir dalam elektrifikasi kendaraan komersial di Indonesia, berpartisipasi dalam acara Mining Indonesia 2026 yang berlangsung dari 9 hingga 12 September 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Dalam pameran pertambangan terbesar di Asia Tenggara yang memasuki edisi ke-24, VKTR memperkenalkan bus listrik berukuran 8 meter yang diberi nama “ARJUNO”. Kolaborasi ini dilakukan bersama Laksana dan PT Bagong Dekaka Makmur, yang telah berfungsi sebagai operator bus ini, untuk memenuhi kebutuhan mobilitas dalam sektor pertambangan.
Mining Indonesia menjadi platform utama bagi pelaku industri pertambangan untuk berkumpul dan bertukar informasi. Ajang ini juga menjadi kesempatan bagi teknologi dan solusi terbaru untuk diperkenalkan, guna memenuhi kebutuhan operasional di sektor pertambangan.
Direktur dan Chief Corporate Affairs VKTR, Indah P. Saugi, menjelaskan bahwa elektrifikasi kendaraan komersial harus didasarkan pada kebutuhan operasional yang nyata. Para pelaku industri memerlukan kendaraan yang tidak hanya memiliki emisi rendah, tetapi juga handal dan efisien secara biaya.
“Dengan tingkat pemanfaatan yang tinggi, sektor pertambangan menjadi salah satu area penting untuk mendorong elektrifikasi, karena manfaatnya dapat dirasakan secara langsung dalam operasional,” ungkap Indah dalam pernyataannya pada Jumat, 11 September 2026.
ARJUNO merupakan bus listrik sepanjang 8 meter yang menawarkan kombinasi kapasitas, jarak tempuh, dan fleksibilitas operasional yang luar biasa. Dengan kemampuan menampung hingga 25 penumpang, bus ini dilengkapi dengan baterai berkapasitas 210 kWh dan dapat menempuh jarak hingga 350 kilometer. Proses pengisian daya DC yang cepat, yang memerlukan waktu sekitar 90 menit untuk pengisian penuh, memungkinkan para operator untuk menyesuaikan waktu pengisian dengan pola dan jadwal operasional armada.
“Pengalaman kami dalam operasional pertambangan memberikan wawasan berharga mengenai apa yang diperlukan dari kendaraan dalam lingkungan tersebut. Kendaraan harus mampu mengikuti ritme operasional sekaligus memberikan keandalan yang dibutuhkan oleh pengguna. Ini juga membuktikan bahwa kendaraan listrik komersial dapat menjadi alternatif yang kompetitif dibandingkan kendaraan konvensional, terutama jika dilihat dari segi keseluruhan biaya dan kebutuhan operasionalnya,” jelas Direktur Utama PT Bagong Dekaka Makmur, Budi Susilo.
Lebih lanjut, Budi menambahkan bahwa ARJUNO merupakan bagian dari kolaborasi VKTR, operator, dan Laksana Karoseri dalam menyediakan solusi kendaraan untuk operasional pertambangan di Indonesia. Penggunaan ARJUNO untuk transportasi di area pertambangan menunjukkan pengalaman operasional VKTR dalam menerapkan kendaraan listrik di lingkungan kerja yang memiliki karakteristik berbeda dari jalan umum, termasuk tuntutan terhadap daya tahan, keandalan, dan efisiensi operasional.
Dengan kehadiran bus listrik ARJUNO, VKTR berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi dalam transportasi, khususnya di sektor pertambangan. Inisiatif ini tidak hanya sejalan dengan tren global menuju kendaraan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga bertujuan untuk memberikan solusi yang dapat diandalkan bagi industri yang bergantung pada mobilitas tinggi.
Teknologi elektrifikasi yang diterapkan pada bus ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi industri pertambangan, dengan mengurangi emisi karbon dan meningkatkan efisiensi operasional. Selain itu, kehadiran ARJUNO juga mencerminkan komitmen VKTR dalam mendukung transisi energi yang berkelanjutan di Indonesia.
Sebagai bus listrik yang dirancang khusus untuk kebutuhan pertambangan, ARJUNO diharapkan mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi medan yang dihadapi dalam operasional sehari-hari. Fitur-fitur unggulan yang ditawarkan oleh bus ini menjadikannya pilihan ideal untuk mengatasi tantangan mobilitas di area pertambangan yang seringkali memerlukan kendaraan yang tangguh dan efisien.
Dalam dunia yang semakin mengarah pada keberlanjutan, bus listrik ARJUNO menjadi simbol dari inovasi dan kemajuan teknologi dalam industri transportasi. Melalui pemanfaatan kendaraan listrik, VKTR berharap dapat berkontribusi pada pengurangan jejak karbon dan mendorong industri untuk memikirkan kembali cara mereka beroperasi.
Dengan semua keunggulan ini, ARJUNO bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi juga sebuah solusi cerdas untuk masa depan transportasi di sektor pertambangan. Inovasi seperti ini penting untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, serta membantu perusahaan-perusahaan dalam memenuhi komitmen mereka terhadap keberlanjutan lingkungan.
➡️ Baca Juga: Kronologi Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dentuman Keras Buat Warga Panik
➡️ Baca Juga: Caritas Gelar Townhall Bahas Solusi Krisis Utang Global



