happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

happy.com.tr

depo 10k depo 10k
bisnis

Disney PHK Ratusan Karyawan, Divisi Ini Terimbas Dampak Pemangkasan Tenaga Kerja

Disney kembali melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) baru-baru ini, yang berdampak pada ratusan karyawan. Pemangkasan ini terutama menyasar divisi teknologi dan sumber daya manusia (HR), menunjukkan langkah strategis perusahaan di tengah tantangan yang dihadapinya.

Berdasarkan sejumlah laporan yang beredar, termasuk dari Deadline dan Variety, jumlah pasti karyawan yang terpengaruh oleh pemangkasan ini belum dapat dipastikan. Namun, pemotongan kali ini diperkirakan lebih kecil dibandingkan dengan dua gelombang PHK yang telah dilakukan Disney sebelumnya sepanjang tahun ini.

PHK terbaru ini terjadi di tengah proses restrukturisasi yang sedang berlangsung di perusahaan. Langkah ini juga diambil pada saat Disney mengalami perubahan kepemimpinan dan menghadapi dinamika industri hiburan yang dipengaruhi oleh kemajuan kecerdasan buatan (AI), penurunan pendapatan box office, dan meningkatnya persaingan dalam bisnis streaming.

Disney telah melakukan beberapa kali pemangkasan tenaga kerja sepanjang tahun ini, menciptakan dampak signifikan bagi struktur organisasi perusahaan.

Sebelumnya, pada bulan April, Disney telah menghapus sekitar 1.000 posisi, dengan dampak terbesar terjadi pada kelompok pemasaran yang baru saja menjalani reorganisasi. Selain itu, pemangkasan ini juga menyentuh beberapa departemen lain, termasuk studio, divisi televisi, ESPN, serta fungsi korporasi tertentu.

Kemudian, pada bulan Juli, Disney kembali memangkas sejumlah ratus karyawan. Unit yang terpengaruh termasuk Pixar, ESPN, Disney Studios, dan Disney Entertainment Television, menandakan bahwa pemangkasan ini menyentuh berbagai aspek dari perusahaan.

Di bulan Agustus, Disney juga menawarkan program pensiun dini secara sukarela kepada beberapa eksekutif senior yang telah lama berkontribusi di perusahaan. Kini, pemangkasan kembali dilakukan pada bulan September, menambah daftar panjang restrukturisasi tenaga kerja yang dilakukan oleh perusahaan.

Berbeda dengan gelombang PHK sebelumnya, pemangkasan terbaru ini lebih terfokus pada karyawan di bidang teknologi dan HR. Hingga saat ini, belum ada informasi yang jelas mengenai jumlah pasti pekerja yang terkena dampak dalam pemangkasan terbaru ini.

Serangkaian PHK ini berlangsung setelah Josh D’Amaro menjabat sebagai CEO Disney pada Maret 2026. Saat ini, perusahaan berada dalam fase perubahan yang signifikan, menghadapi tantangan baru akibat perkembangan teknologi dan kompetisi yang semakin ketat di sektor hiburan.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Disney adalah peningkatan penggunaan AI dalam industri. Di sisi lain, bisnis bioskop harus beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi penonton, sementara layanan streaming berlomba-lomba untuk menarik dan mempertahankan pelanggan di tengah persaingan yang sengit.

    ➡️ Baca Juga: Serangan Drone Iran Terhadap Markas CIA di Arab Saudi Meningkatkan Ketegangan Regional

    ➡️ Baca Juga: ⁠Teknologi Blockchain Tingkatkan Kepercayaan di Ekosistem Bisnis Digital

    Related Articles

    Back to top button