Ni Nengah Widiasih, Medali Perunggu Pertama yang Mengharumkan Nama Ibu

Atlet para angkat berat Indonesia, Ni Nengah Widiasih, berhasil meraih medali perunggu pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Prestasi ini menjadi momen bersejarah bagi kontingen Indonesia, yang akhirnya mendapatkan medali setelah melewati perjuangan berat. Ni Nengah tampil di kelas 41 kg putri, dan pada percobaan pertamanya, ia berhasil mengangkat beban seberat 97 kg, yang menjadi catatan terbaiknya di kompetisi ini.
Usai pertandingan, Ni Nengah menyampaikan perasaannya dengan penuh emosi. “Saya berjanji kepada ibu saya bahwa saya akan membawa pulang medali dari Asian Para Games. Saya sangat yakin dia melihat saya hari ini,” ungkapnya di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang.
Di usianya yang ke-33, Ni Nengah merasa puas dengan pencapaiannya, meskipun harus finis di belakang Tursynay Kabyl dari Kazakhstan yang meraih medali perak, serta Zhe Cui dari China yang menjadi juara.
Medali perunggu ini memiliki makna yang mendalam bagi Ni Nengah, karena ini merupakan wujud penebusan atas janjinya kepada ibunya yang telah berpulang pada tahun 2024, tepat dua minggu sebelum Olimpiade Paris berlangsung.
“Saat ibu saya meninggal, mental saya hancur dan saya tidak dapat memenuhi harapannya untuk melihat saya meraih hattrick medali di Paralimpiade,” kisahnya dengan nada penuh haru.
Widiasih juga menyampaikan rasa syukurnya, mengingat persaingan di level Asia semakin ketat dengan munculnya banyak atlet baru. Meskipun begitu, ia tetap berusaha mempertahankan performanya dan menunjukkan hasil yang memuaskan.
Di sisi lain, Ni Nengah datang ke Asian Para Games dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih dari cedera bahu.
Ia menjelaskan bahwa cedera tersebut dialaminya saat mengikuti Kejuaraan Dunia di Mesir pada bulan Desember 2025. Meskipun telah mendapatkan penanganan medis, ia masih belum sepenuhnya pulih dan harus berjuang dengan kondisi fisiknya saat berkompetisi.
Dengan segala tantangan yang dihadapi, Ni Nengah Widiasih menunjukkan bahwa tekad dan semangat juang yang tinggi dapat membawanya meraih prestasi yang membanggakan. Medali perunggu ini bukan hanya simbol keberhasilan, tetapi juga mengingatkan kita akan kekuatan dari sebuah janji dan cinta yang abadi dari seorang anak kepada ibunya.
➡️ Baca Juga: IHSG Memerah di Awal Hari, Peluang Rebound Terbuka Seiring Kekuatan Wall Street dan Bursa Asia Variatif
➡️ Baca Juga: Perjalanan Vidi Aldiano Menghadapi Kanker dan Proses Operasi Angkat Ginjal




