Bos BEI Rincikan Strategi Tanggapi Hasil Penilaian MSCI secara Transparan

Jakarta – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat komunikasi dengan MSCI setelah pengumuman hasil tinjauan indeks terbaru yang dijadwalkan untuk periode Agustus 2026.
“Komunikasi kami dengan MSCI tentu akan terus dilanjutkan,” ungkap Jeffrey dalam pernyataan kepada media di Jakarta pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Selain itu, ia juga berkomitmen untuk menjaga keterhubungan dengan pelaku pasar dan investor di tingkat global. Hal ini menjadi bagian dari upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia.
“Demikian juga komunikasi dengan investor global,” tambahnya.
Jeffrey menjelaskan bahwa pengumuman yang dikeluarkan MSCI pada hari ini merupakan bagian dari tinjauan indeks rutin yang dilakukan oleh lembaga penyedia indeks global, termasuk di dalamnya saham-saham dari Indonesia.
Seperti halnya tinjauan sebelumnya, ia meyakini bahwa MSCI mengandalkan keterbukaan informasi publik yang telah disampaikan oleh BEI. Informasi tersebut mencakup High Shareholding Concentration (HSC) hingga kepemilikan saham yang melebihi 1 persen.
“Rebalancing ini dilakukan secara berkala oleh MSCI. Sama seperti proses rebalancing sebelumnya, MSCI juga mempertimbangkan keterbukaan informasi publik yang diberikan oleh BEI, termasuk HSC dan kepemilikan saham di atas 1 persen,” jelasnya.
Diketahui bahwa pada Kamis pagi, 13 Agustus 2026, MSCI mengumumkan MSCI Equity Indexes August 2026 Index Review. Semua perubahan yang diusulkan akan efektif pada penutupan bursa di 31 Agustus 2026 dan mulai berlaku pada 1 September 2026.
Dalam pengumumannya, MSCI mencabut dua saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, di mana salah satu di antaranya diturunkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index.
Sementara satu saham lainnya dipindahkan ke kategori MSCI Global Small Cap Index, MSCI juga mengeluarkan sembilan saham Indonesia dari indeks tersebut. Selanjutnya, MSCI akan mengumumkan tinjauan indeks berikutnya pada 11 November 2026, dengan tanggal efektif pada 1 Desember 2026.
Sebagai informasi tambahan, MSCI Index Review merupakan peninjauan berkala yang dilakukan oleh MSCI untuk menyesuaikan bobot, serta menambahkan atau mengeluarkan konstituen saham-saham global dalam portofolio indeks acuannya.
➡️ Baca Juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal Haj Qasem Terhadap AS dan Israel Pertama Kali
➡️ Baca Juga: Bank Mandiri Distribusikan Program Sosial kepada 114.000 Penerima Manfaat dengan Layanan Optimal




