Pembangunan Data Center AI di Jatiluhur Memerlukan 33.000 Meter Kubik Air setiap Hari

Data center yang berbasis kecerdasan buatan (AI) akan segera dibangun di Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Proyek ini menarik perhatian banyak pihak karena fasilitas tersebut diperkirakan akan membutuhkan pasokan air yang signifikan saat beroperasi secara maksimal.
Estimasi kebutuhan air untuk data center AI tersebut mencapai 33.000 meter kubik setiap harinya, yang setara dengan sekitar 33 juta liter air. Angka yang cukup besar ini menjadi perhatian tersendiri, mengingat kawasan Jatiluhur memiliki peranan krusial dalam memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat serta sektor pertanian.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan pentingnya memastikan bahwa pembangunan fasilitas ini tidak akan mengganggu ketersediaan air bagi penduduk setempat. Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap petani yang sangat bergantung pada pasokan air dari Jatiluhur untuk mendukung aktivitas pertanian mereka.
Mengapa data center AI memerlukan pasokan air yang begitu banyak?
Data center berfungsi sebagai tempat penyimpanan berbagai server dan perangkat komputasi yang beroperasi dalam waktu lama. Selama beroperasi, perangkat ini menghasilkan panas yang cukup tinggi, sehingga memerlukan sistem pendinginan untuk menjaga suhu tetap dalam batas aman.
Permintaan akan pendinginan menjadi semakin penting, terutama pada fasilitas yang dirancang untuk menangani beban kerja AI. Proses komputasi yang dilakukan oleh AI membutuhkan perangkat keras dengan kemampuan pemrosesan yang sangat tinggi. Aktivitas ini berpotensi menghasilkan sejumlah besar panas, sehingga sistem pendinginan perlu berfungsi secara optimal.
Air merupakan salah satu sumber daya yang dapat dimanfaatkan dalam sistem pendinginan di data center. Oleh karena itu, semakin besar kapasitas komputasi suatu fasilitas, semakin tinggi pula kebutuhan akan pengelolaan panas yang efektif.
Dalam konteks proyek yang ada di Jatiluhur, kebutuhan air mencapai 33.000 meter kubik per hari merupakan angka yang harus diperhitungkan mulai dari tahap pembangunan hingga saat fasilitas beroperasi penuh.
Kawasan Jatiluhur memiliki peran strategis yang tidak bisa diabaikan.
Kekhawatiran mengenai penggunaan air di Jatiluhur berkaitan erat dengan posisi kawasan ini yang sangat penting bagi Jawa Barat.
Waduk Jatiluhur selama ini telah menjadi sumber untuk berbagai kebutuhan, termasuk irigasi pertanian, penyediaan air baku, dan pembangkit listrik. Oleh karena itu, pemanfaatan sumber daya air untuk keperluan industri dan teknologi harus memperhatikan kebutuhan masyarakat yang telah bergantung pada pasokan tersebut sebelum proyek ini dimulai.
➡️ Baca Juga: Morgan Stanley PHK 2.500 Pegawai, Divisi Perbankan Investasi Paling Terpengaruh
➡️ Baca Juga: 5 Gunung Api Aktif Erupsi Berdekatan, Purbaya Jamin Stabilitas Ekonomi Indonesia




