pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

5 Wartawan Hilang di Anak Krakatau, 280 Personel Gabungan Dikerahkan untuk Pencarian di Area 2.483 Mil Laut

Jakarta – Pencarian terhadap lima wartawan yang hilang kontak setelah KM Arupadatu 1 mengalami masalah di perairan Selat Sunda, Banten, kini telah memasuki hari ketiga pada tanggal 10 September 2026.

Tim pencarian gabungan terus diperkuat dengan melibatkan Polri yang mengerahkan 59 personel. Di antara mereka, Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto, terjun langsung ke laut menggunakan kapal KP Sanjaya-7017 untuk mengawasi proses pencarian.

Selain KP Sanjaya-7017, personel Polri juga memberikan dukungan kepada KN SAR Tetuka milik Basarnas untuk melakukan pencarian di area yang telah ditentukan.

Karopenmas Divhumas Polri, Brigadir Jenderal Polisi Trunoyudo Wisnu Andiko, mengungkapkan bahwa semua kekuatan yang tersedia terus dioptimalkan demi menemukan lima wartawan dan tiga orang lainnya yang hilang.

“Memasuki hari ketiga, Polri terus memaksimalkan upaya pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang setelah KM Arupadatu 1 tidak dapat dihubungi. Sebanyak 59 personel Polri dikerahkan dengan pimpinan langsung dari Dirpolairud Polda Banten, Kombes Pol Eko Hartanto, yang berada di tengah laut bersama anggota menggunakan KP Sanjaya-7017. Personel Polri juga turut memperkuat KN SAR Tetuka,” jelas Trunoyudo.

Pada hari ketiga pencarian, Basarnas Banten membagi area pencarian menjadi enam sektor dengan total luas mencapai 2.483 nautical mile square (NM²).

KP Sanjaya-7017 diberi tugas di sektor B, yang dibagi lagi menjadi delapan sub-sektor, mulai dari B1 hingga B8. Di sisi lain, KN SAR Tetuka bertanggung jawab untuk menyisir sektor C yang juga tersegmentasi menjadi delapan sub-sektor, dari C1 sampai C8.

Di pagi hari Kamis, personel KP Sanjaya-7017 terlebih dahulu melaksanakan briefing sebelum bergerak sekitar pukul 08.00 WIB menuju perairan di sekitar Gunung Anak Krakatau bersama KN SAR Tetuka.

Kapal tersebut mengangkut 36 personel, terdiri dari 27 awak kapal, lima personel dari Ditpolairud Polda Banten, dua dari Basarnas, serta dua awak media.

Sementara itu, tiga personel Ditpolairud Polda Banten turut ditempatkan di KN SAR Tetuka untuk membantu pencarian di sektor yang telah ditentukan.

Trunoyudo menjelaskan bahwa pembagian sektor ini dilakukan untuk memastikan proses penyisiran berlangsung secara terstruktur, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi yang ada di lapangan.

“Pencarian dilakukan secara sistematis berdasarkan sektor dan koordinat dengan memperhatikan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, serta cuaca. Setiap unsur yang terlibat bekerja sesuai dengan kemampuan masing-masing dan saling mendukung dalam satu operasi pencarian gabungan,” tambah Trunoyudo.

    ➡️ Baca Juga: Aldi Taher Ungkap Ucapan ‘Semua Burger Milik Allah’ yang Sesuai Konsep Tauhid dan Istikhlaf

    ➡️ Baca Juga: Ciri-ciri Fungsi Ginjal yang Sudah Menurun: Kenali Tandanya Segera!

    Related Articles

    Back to top button