Mesin Mobil Tersiksa Saat Baru Dinyalakan, Bukan Ketika Digeber

Mesin mobil terdiri dari berbagai komponen yang saling bergerak dan berinteraksi. Namun, penting untuk dicatat bahwa kondisi yang berpotensi merusak tidak hanya terjadi saat mobil melaju atau mesin beroperasi pada kecepatan tinggi. Saat mesin pertama kali dinyalakan, ada faktor-faktor yang perlu menjadi perhatian khusus.
Pada saat mesin baru dihidupkan, pelumas harus segera berfungsi untuk melindungi berbagai komponen mesin. Fase ini dikenal dengan istilah cold start. Gesekan yang terjadi pada tahap ini menjadi salah satu fokus dalam pengembangan teknologi pelumas modern.
Industri pelumas kendaraan mengidentifikasi bahwa gesekan ekstrem yang terjadi selama cold start dapat menjadi salah satu penyebab utama keausan pada komponen mesin yang sangat penting. Selain itu, mesin yang beroperasi pada putaran tinggi juga menghadapi tantangan berupa kenaikan suhu yang drastis.
Salah satu inovasi yang ditawarkan oleh perusahaan pelumas adalah formulasi Ester Fortified, yang diaplikasikan pada produk pelumas TOP 1 Zenzation dan TOP 1 Evolution.
Dalam penjelasannya, perusahaan mengungkapkan bahwa Ester merupakan basis oli sintetis dari kelompok Group V yang memiliki karakteristik molekul yang unik. Teknologi ini diklaim memiliki sifat elektrostatik yang memungkinkan molekul Ester melekat pada dinding dan permukaan logam di dalam mesin.
Dengan karakteristik tersebut, lapisan pelindung ini tetap berada di permukaan komponen bahkan ketika mesin dalam keadaan mati. Hal ini bertujuan untuk memberikan perlindungan yang optimal saat mesin dihidupkan kembali.
Carlo, Head of Marketing TOP 1 Indonesia, menjelaskan bahwa teknologi ini juga sangat relevan untuk kendaraan yang digunakan dalam kondisi berat, termasuk dalam aktivitas motorsport.
“Dunia drifting adalah contoh bagaimana mesin beroperasi pada batas kemampuannya. Melalui partisipasi TOP 1 dalam Indonesian Drift Series, kami ingin membawa semangat performa tinggi ini ke dalam kendaraan sehari-hari masyarakat dengan formulasi Ester Fortified,” ujar Carlo dalam keterangan resminya.
Selain tantangan pada cold start, suhu tinggi juga menjadi perhatian serius karena pelumas harus tetap berfungsi optimal ketika mesin beroperasi pada putaran tinggi. Pabrikan mengklaim bahwa formulasi Ester Fortified memiliki ketahanan yang luar biasa terhadap temperatur ekstrem, sehingga dapat mencegah pelumas menguap atau mengalami kerusakan akibat panas.
Kondisi serupa, menurut perusahaan, tidak hanya terjadi pada kendaraan yang digunakan di lintasan balap. Kendaraan sehari-hari juga dapat terpapar pada suhu tinggi dan kondisi kerja yang berat, terutama saat digunakan dalam lalu lintas kota yang padat.
➡️ Baca Juga: Pendidikan dan Karier Jeni Rahmadial, Finalis Puteri Indonesia yang Viral Dilabrak Istri Sah
➡️ Baca Juga: Putri Anne Mengonfirmasi Kembali ke Agama Awal, Kapan Dia Menjadi Mualaf?




