Panglima TNI Menekankan Solusi Utama untuk Menyelesaikan Konflik di Papua

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa untuk mengatasi konflik di Papua, diperlukan keterlibatan berbagai elemen. Ia menegaskan bahwa TNI tidak dapat menangani permasalahan kompleks di daerah tersebut secara mandiri.
Agus sangat menyoroti pentingnya kerjasama antara TNI, kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan konflik di Papua.
“Menyelesaikan isu Papua tidak hanya tugas TNI, semua pihak harus berkolaborasi, termasuk pemerintah daerah dan kementerian,” ujar Agus saat ditemui di Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu, 20 September 2026.
Menurut Agus, kolaborasi ini sangat diperlukan untuk memperkuat berbagai operasi yang telah dilakukan oleh TNI. Dengan kondisi geografis Papua yang sangat luas dan didominasi oleh pegunungan, tantangan dalam menjaga keamanan semakin meningkat.
Pernyataan Agus datang di tengah kembalinya sejumlah konflik di Papua. Salah satu insiden yang menarik perhatian adalah kematian sopir travel asal Toraja, Aris Sanda, yang dikenal sebagai Bapak Tasya.
Aris ditemukan tewas bersama mobilnya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.
Komando Operasi Habema TNI mengidentifikasi kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III Ndugama sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekerasan terhadap Aris Sanda.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. Wirya Arthadiguna, menjelaskan bahwa Aris sedang membawa beberapa penumpang di dalam mobil bak terbuka ketika kelompok bersenjata tersebut mencegat mereka.
Kelompok tersebut kemudian memeriksa Aris dan penumpangnya. Setelah pemeriksaan selesai, para penumpang diminta untuk kembali ke Wamena, sementara Aris ditahan dan dibawa berjalan menuju arah Danau Habema.
Laporan mengenai insiden ini kemudian ditindaklanjuti oleh personel Koops TNI Habema dengan melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, 16 September 2026.
Tim akhirnya menemukan satu unit kendaraan dalam keadaan terbakar. Di lokasi yang sama, mereka juga menemukan jenazah Aris.
Koops TNI Habema menyatakan bahwa mereka akan mengejar kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam insiden tersebut dan memperkuat pengamanan di wilayah Papua.
“Koops TNI Habema akan terus berupaya menangani kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melakukan pengejaran dan mendukung penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya.
➡️ Baca Juga: Empat Zodiak yang Mampu Bangkit dan Meraih Kesuksesan Besar pada September 2026
➡️ Baca Juga: Green Era Energi Menerbitkan 350 Juta Saham untuk Barito Renewables Energi




