Prabowo-Gibran Selama 2 Tahun: 106,3 Juta Warga Manfaatkan Cek Kesehatan Gratis, BPJS Raup Rp20 Triliun

Jakarta – Dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, perhatian utama pemerintah terfokus pada sektor kesehatan. Berbagai langkah diambil untuk memperluas akses layanan kesehatan, meningkatkan upaya pencegahan penyakit, serta memperkuat perlindungan kesehatan masyarakat melalui serangkaian program yang dirancang secara komprehensif.
Inisiatif yang diusung bertujuan untuk memastikan bahwa setiap warga negara memiliki akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan yang terjangkau, merata, dan berkualitas. Beberapa program yang diluncurkan mencakup Cek Kesehatan Gratis (CKG), penguatan fasilitas rumah sakit di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta peningkatan kepesertaan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Menurut informasi resmi dari Badan Komunikasi Pemerintah RI, hingga tanggal 13 Oktober 2026, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah berhasil menjangkau 106,3 juta individu. Ini mencakup sekitar 81,84 persen dari total target 130 juta penduduk yang ingin dicapai pada tahun 2026.
Pemerintah juga berupaya meningkatkan layanan kesehatan di wilayah 3T dengan membangun 66 rumah sakit baru, di mana 22 di antaranya telah mulai beroperasi. Rencana ke depan mencakup pembangunan dan revitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) agar masyarakat di berbagai kabupaten dan kota dapat menikmati akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan.
Selanjutnya, pemerintah terus berkomitmen untuk memperluas perlindungan kesehatan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pada akhir September 2026, jumlah peserta JKN mencapai 285 juta jiwa dengan tingkat kepesertaan aktif sebesar 80,6 persen. Sepanjang tahun 2025, BPJS Kesehatan mencatat penggunaan layanan kesehatan mencapai 725,3 juta kali, yang berarti hampir 2 juta layanan per hari.
Dalam rangka menjaga keberlanjutan pendanaan layanan kesehatan, pemerintah telah menyiapkan tambahan anggaran sebesar Rp20 triliun untuk BPJS Kesehatan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Dana ini direncanakan akan dicairkan dalam dua tahap, yaitu Rp10 triliun pada bulan Oktober dan Rp10 triliun pada bulan November 2026. Selain itu, Presiden Prabowo meminta agar antrean layanan BPJS Kesehatan dapat dipersingkat dan para peserta JKN mendapatkan layanan setara dengan pasien umum.
➡️ Baca Juga: Reza Arap Minta Netizen Hentikan Sebutan Furap, Haji Faisal Sudah Merasa Risih
➡️ Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 17.948 akibat Tekanan Ekonomi Global dan Lonjakan Harga Minyak




