pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
berita

Gubernur Jambi Sebut 80 Persen Karhutla Disengaja, 18 Tersangka Ditetapkan

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi terus menjadi isu yang krusial. Dari berbagai kasus yang telah ditangani oleh pihak berwenang, sebagian besar kebakaran ini diyakini bukanlah fenomena alam, melainkan akibat tindakan manusia.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengungkapkan bahwa kepolisian telah menyelidiki 75 kasus terkait karhutla. Berdasarkan laporan dari penegakan hukum dan pemantauan di lapangan, sekitar 80 persen dari lahan yang terbakar diduga sengaja dibakar oleh individu tertentu.

“Menurut laporan dari Gakkum, sekitar 80 persen lahan yang terbakar itu memang sengaja dibakar, sementara 20 persen sisanya disebabkan oleh faktor lain seperti cuaca yang sangat panas,” jelas Al Haris di Jambi pada hari Senin, 14 September 2026.

Dari total 75 kasus tersebut, 50 masih dalam tahap penyelidikan. Sementara itu, 15 kasus sudah masuk ke tahap penyidikan dan pihak berwenang telah menetapkan 18 orang sebagai tersangka.

Penegakan hukum ini dilakukan di tengah luasnya area yang terkena dampak karhutla di Jambi. Data dari Satuan Tugas (Satgas) Karhutla menunjukkan bahwa sejak 1 Januari hingga 13 September, luas lahan yang terbakar mencapai 2.975,97 hektare.

Situasi di lapangan tetap menjadi perhatian serius karena sejumlah titik panas masih terdeteksi di beberapa daerah. Pemantauan terkini mencatat adanya 134 hotspot dan empat titik api utama yang menjadi fokus pemadaman.

Keempat titik api tersebut terletak di Desa Sungai Aur, Kecamatan Kumpeh; Desa Mingkung Jaya, Kecamatan Sungai Gelam; Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang; serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang (TNBS) yang berada di dekat Desa Tanah Pilih, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Untuk mengatasi api, Satgas Karhutla mengerahkan personel melalui operasi pemadaman baik dari darat maupun udara. Sebanyak empat unit helikopter water bombing dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau dengan metode darat.

Selain operasi pemadaman, pemerintah juga melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) sebagai upaya untuk meningkatkan kemungkinan hujan di area yang terdampak.

Selama pelaksanaan OMC, satgas udara telah melakukan 41 sortie penyemaian awan untuk memicu turunnya hujan. Penyemaian terakhir dilakukan pada 10 September dan akan dilanjutkan berdasarkan potensi awan hujan yang dipantau oleh BMKG.

Di sisi lain, penanganan karhutla semakin diperkuat dengan berdirinya posko di berbagai wilayah. Sebanyak 81 posko penanggulangan karhutla telah beroperasi, melibatkan 7.302 personel gabungan.

    ➡️ Baca Juga: Hoaks! Baznas Disebut Korupsi Uang Zakat Sebesar Rp11,7 Triliun

    ➡️ Baca Juga: Bioskop Premium Beralih ke Rumah: Pengalaman Menonton yang Tak Terlupakan

    Related Articles

    Back to top button