Artos Menyentil Citra Religius Ruben Onsu: Salat Pap ke Y Dinilai Penistaan

Perseteruan antara Ruben Onsu dan dua pria berinisial AO, yang dikenal dengan nama Artos, serta Y, kini telah memasuki tahap hukum. Di tengah upaya Ruben untuk membersihkan namanya melalui laporan dugaan pencemaran nama baik, Artos mengemukakan alasan mengapa ia terlibat dalam mengungkap isu pribadi yang melibatkan mantan suami Sarwendah tersebut.
Dalam sebuah konferensi pers, Artos menjelaskan bahwa keterlibatannya berawal dari isu yang menurutnya berhubungan dengan kehidupan pribadi temannya, Y. Ia mengklaim bahwa ia mulai menelusuri aktivitas Ruben di media sosial setelah mengetahui bahwa ayah tiga anak tersebut baru saja pulang dari ibadah umrah pada Oktober 2025.
“Saya mencari tahu tentang dia di media sosial setelah ia kembali dari umrah. Waktu itu adalah Oktober 2025, ketika dia sudah mengaku mualaf,” ungkapnya, merujuk pada tayangan yang disiarkan pada 13 Oktober 2026.
Artos kemudian mengeluarkan kritik tajam terhadap apa yang ia anggap sebagai ketidaksesuaian antara citra religius yang ditampilkan Ruben di media sosial dan perilaku yang dituduhkannya. Pernyataan ini menjadi salah satu poin penting dalam penjelasannya yang banyak diperhatikan.
“Saya ingin menekankan, jangan pernah mempermainkan agama,” tegasnya dengan penuh keyakinan.
Artos mengakui bahwa ia tidak berniat untuk mencampuri kehidupan pribadi Ruben. Namun, ia merasa bahwa situasi tersebut menjadi berbeda ketika Ruben mulai mendekati Y, yang merupakan temannya.
“Saya tidak menginginkan untuk ikut campur. Namun, jika kamu mulai membangun citra dan memposting tentang diri kamu sebagai seorang yang soleh dengan segala atribut tersebut, maka saya merasa perlu untuk berbicara,” tuturnya.
Ia juga mengklaim memiliki bukti yang berkaitan dengan interaksi antara Ruben dan Y. Artos menyebutkan adanya unggahan serta percakapan yang ia anggap relevan untuk mengungkap isu tersebut.
“Sebenarnya saya tidak peduli dengan urusan pribadi. Namun, ini berhubungan dengan kami. Setiap kali dia ingin salat, dia mengajak Y ke sini. Ada bukti berupa postingan, percakapan, bahkan sajadahnya,” tambahnya.
Artos bahkan memberikan penilaian yang cukup keras mengenai dugaan perilaku yang ia sebutkan. Namun, pernyataan tersebut merupakan sudut pandangnya dan bukan sebuah kesimpulan hukum yang mengikat mengenai Ruben.
➡️ Baca Juga: Polisi Soroti TPS Rawan pada PSU Serang
➡️ Baca Juga: Diserang Saat Tangkap Penganiaya di Depok, Polisi Dikejar Warga Sekampung




