Trump Menilai Operasi Militer di Iran Lebih Sederhana daripada Perkiraan Awal

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai bahwa pelaksanaan operasi militer terhadap Iran ternyata lebih mudah daripada yang diperkirakan sebelumnya oleh pihak Washington.
Pada awal bulan Maret, dalam sebuah konferensi pers, Trump menyebut operasi di wilayah Timur Tengah sebagai “sebuah ekspedisi singkat” yang tidak memerlukan waktu lama.
“Ya, itu benar, ini bisa dikategorikan sebagai expedisi yang akan menghindarkan kami dari perang, dan jika terpaksa terjadi, perang itu akan lebih mudah daripada yang kami duga,” ungkap Trump kepada para jurnalis.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Cincinnati, Ohio, ketika dia ditanya oleh wartawan tentang apakah operasi itu seharusnya dianggap sebagai perang atau sekadar “sebuah ekspedisi.”
Pada tanggal 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, yang menyebabkan kerusakan signifikan dan jatuhnya korban sipil. Iran merespons dengan serangan balik ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Kedua negara, AS dan Israel, awalnya mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang ditimbulkan oleh program nuklir Iran. Namun, mereka segera menjelaskan bahwa tujuan utama serangan tersebut adalah untuk mendorong perubahan kekuasaan di dalam negeri Iran.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas pada hari pertama pelaksanaan operasi militer gabungan AS-Israel itu. Republik Islam Iran kemudian menyatakan masa berkabung berlangsung selama 40 hari.
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengutuk pembunuhan Khamenei sebagai tindakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Kementerian Luar Negeri Rusia juga mengutuk operasi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel, menyerukan agar segera dilakukan deeskalasi dan pengakhiran konflik yang terjadi.
➡️ Baca Juga: BI Tingkatkan Literasi dan Kesejahteraan Keuangan Melalui Inisiatif Strategis Ini
➡️ Baca Juga: Tarif LRT Jabodebek Hanya Rp 1 Saat H1 dan H2 pada Lebaran 2026




