Bursa Asia Menguat Setelah Klaim Trump Tentang Akhir Perang, Indeks Kospi Korsel Terkemuka

Bursa saham Asia-Pasifik mengalami penguatan pada perdagangan Rabu, 1 April 2026. Momentum positif ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meningkatkan harapan bahwa konflik dengan Iran akan segera berakhir.
Sentimen optimis muncul setelah Trump mengindikasikan kemungkinan AS akan menarik diri dari Iran dalam dua hingga tiga minggu mendatang. Ia menyatakan bahwa keberadaan militer AS di kawasan tersebut sudah tidak memiliki alasan yang kuat untuk dilanjutkan.
Pernyataan tersebut berhasil meredakan kekhawatiran di pasar global yang sebelumnya dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Dengan meredanya situasi ini, harga minyak mentah AS juga mengalami kenaikan, di mana kontrak berjangka minyak mencatatkan peningkatan sebesar 0,44 persen menjadi US$101,81 per barel pada perdagangan malam waktu setempat.
Menurut laporan dari CNBC Internasional, indeks Kospi di Korea Selatan mencatatkan penguatan terdepan dengan lonjakan hampir 5 persen di awal sesi perdagangan. Indeks Kosdaq juga menunjukkan performa baik dengan peningkatan sebesar 4,13 persen.
Kenaikan ini didorong oleh data ekspor Korea Selatan yang menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 48,3 persen secara tahunan pada Maret 2026. Capaian ini melampaui ekspektasi pasar yang lebih konservatif.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat sebesar 3,51 persen, sementara indeks Topix mengalami peningkatan sebesar 3,17 persen. Sentimen positif ini diperkuat oleh hasil survei Tankan dari Bank of Japan yang menunjukkan adanya peningkatan optimisme di kalangan pelaku bisnis.
Indeks kepercayaan produsen besar di Jepang meningkat ke level 17 pada kuartal I-2026, naik dari sebelumnya yang tercatat di angka 15. Angka ini tidak hanya melampaui proyeksi ekonom, tetapi juga menjadi yang tertinggi sejak akhir tahun 2021.
Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 di Australia mengalami penguatan sebesar 1,76 persen, yang sebagian besar didorong oleh kenaikan saham di sektor jasa pendidikan. Di Hong Kong, kontrak berjangka untuk indeks Hang Seng Index tercatat pada level 25.191, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di 24.788,14.
Penguatan di bursa Asia ini mengikuti reli yang kuat di Wall Street pada sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 2,49 persen, indeks S&P 500 meningkat 2,91 persen, dan Nasdaq Composite mengalami kenaikan signifikan sebesar 3,83 persen.
Kenaikan global ini juga dipicu oleh laporan yang mengindikasikan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, membuka kemungkinan untuk mengakhiri perang dengan beberapa jaminan tertentu.
➡️ Baca Juga: Pendiri DSI Resmi Masuk Rutan Setelah Diperiksa 50 Pertanyaan oleh Penyidik
➡️ Baca Juga: Empat Anggota BAIS TNI Jadi Tersangka Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS dengan Pasal Penganiayaan




