pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

pa-wonogiri.go.id

depo 10k depo 10k
bisnis

Bos DSI Rancang Strategi Meningkatkan Kepercayaan Global pada Pasar Komoditas Indonesia

Jakarta – PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) (DSI) berkomitmen untuk memperkuat kepercayaan global terhadap pasar komoditas Indonesia. Langkah ini ditempuh melalui peningkatan transparansi, kredibilitas, dan kepastian dalam pengelolaan ekspor sumber daya alam (SDA) yang strategis.

Direktur Utama DSI, Luke Thomas Mahony, mengungkapkan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari mandat utama DSI untuk mengurangi praktik ekspor komoditas yang merugikan negara.

“Upaya ini tidak sekadar berkaitan dengan pelacakan dan pemanfaatan data serta analitik untuk mengidentifikasi under-invoicing dan transfer pricing. Ini lebih kepada membangun kepercayaan terhadap pasar komoditas Indonesia,” jelas Luke saat berbicara dalam Energy Insights Forum di Jakarta pada Rabu, 9 September 2026.

Menurutnya, kepercayaan pasar harus dibangun dengan menekankan transparansi dan kredibilitas. Hal ini dinilai dapat meningkatkan likuiditas pasar dan membuka peluang bagi produk komoditas Indonesia untuk mendapatkan harga yang lebih kompetitif.

Luke menambahkan bahwa DSI memanfaatkan informasi yang tersedia dalam sistem pemerintah dan menggabungkannya dengan data lain untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai transaksi ekspor.

Analisis terhadap data tersebut dilakukan untuk menemukan kemungkinan anomali dalam transaksi, termasuk tanda-tanda under-invoicing yang dapat mengakibatkan nilai ekonomi sumber daya Indonesia tidak tercatat dengan baik.

Dia menegaskan bahwa peran DSI tidak hanya terbatas pada pengawasan transaksi, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan informasi antara pemerintah, produsen, pembeli, dan pasar.

“DSI harus dapat menghadirkan kredibilitas dan kepastian bagi pasar komoditas Indonesia,” tegasnya.

Luke juga menggarisbawahi pentingnya keandalan pasokan sebagai faktor utama bagi para pembeli komoditas, terutama di tengah meningkatnya perhatian pada keamanan pasokan energi.

Dia menilai bahwa dalam kondisi pasar saat ini, keandalan pasokan bahkan bisa menjadi pertimbangan yang lebih krusial dibandingkan harga. Oleh karena itu, peningkatan kredibilitas dan kepastian pasokan sangat penting untuk menjaga daya saing komoditas Indonesia.

Lebih lanjut, Luke melihat bahwa DSI dapat menjadi penghubung antara kebutuhan keberlanjutan yang ada di pasar global dengan produsen lokal.

Dia menjelaskan bahwa jika pasar mengharuskan sertifikasi keberlanjutan tertentu untuk suatu komoditas, DSI mampu meneruskan kebutuhan tersebut kepada produsen. Dengan cara ini, investasi produsen dalam praktik rendah karbon dan keberlanjutan dapat memberikan nilai ekonomi yang signifikan di pasar.

    ➡️ Baca Juga: Green Era Energi Menerbitkan 350 Juta Saham untuk Barito Renewables Energi

    ➡️ Baca Juga: OJK Blokir 33.252 Rekening Bank Terindikasi Judi Online Hasil Kerjasama dengan Komdigi dan Perbankan

    Related Articles

    Back to top button