Polisi Selidiki Aliran Dana Pembelian Sajam dan Bahan Baku Molotov Menjelang Demo 27 Agustus

Jakarta – Polda Metro Jaya saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait aliran dana yang diduga digunakan untuk pembelian bahan-bahan yang berpotensi digunakan dalam pembuatan bom molotov serta pengadaan senjata tajam menjelang aksi demonstrasi di kawasan DPR/MPR, Jakarta.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengungkapkan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya bahwa penyidik masih aktif melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap informasi dari berbagai pihak, termasuk analisis komunikasi keuangan dan bukti-bukti lain yang relevan.
Ia menjelaskan bahwa sumber dana yang digunakan untuk membeli bahan-bahan tersebut diduga berasal dari berbagai sumber, mulai dari uang pribadi individu hingga dana yang terkumpul melalui mekanisme penggalangan dana atau open donasi.
“Uang yang dialokasikan untuk pembelian bahan-bahan yang mungkin digunakan dalam pembuatan bom molotov dan senjata tajam berasal dari beberapa sumber, termasuk uang pribadi, sumbangan dari pihak lain, serta dana yang terkumpul melalui open donasi,” terang Iman.
Meskipun demikian, Iman belum merinci jumlah dana yang telah berhasil dikumpulkan atau nilai transaksi yang digunakan untuk membeli barang-barang tersebut.
Menurutnya, penyidik saat ini masih melakukan pengajuan dan penelusuran terhadap transaksi perbankan untuk mengidentifikasi total aliran dana serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembiayaan kegiatan ini.
“Kami sedang meminta data transaksi perbankan dan proses ini masih berlangsung,” ucap Iman.
Penyidik sebelumnya telah memanggil sebanyak 63 orang yang diduga terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Dari total tersebut, 10 orang diidentifikasi sebagai bagian dari klaster pembiayaan, sedangkan 53 orang lainnya masuk dalam klaster pelaksana.
Iman menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap klaster pembiayaan bertujuan untuk mendalami lebih lanjut mengenai sumber dana, mekanisme distribusi dana, pola perekrutan, serta komunikasi antar individu yang diduga terlibat.
“Sebanyak 10 orang yang terduga berperan sebagai perekrut dan penyedia dana dalam persiapan aksi akan diperiksa. Proses ini bertujuan untuk menggali lebih dalam mengenai sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antar pihak, serta tujuan dan peran masing-masing individu,” imbuh Iman.
Polisi juga tengah mencocokkan keterangan yang diperoleh dari para pihak dengan sejumlah alat bukti yang ada, termasuk komunikasi digital, transaksi keuangan, dan berbagai bukti lainnya.
Pendalaman ini dilakukan untuk memastikan adanya hubungan antara sumber dana, proses perekrutan massa, serta penyediaan sarana yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.
➡️ Baca Juga: Prabowo Ucapkan Terima Kasih kepada PDIP atas Kritikan terhadap Kebijakan Pemerintahannya
➡️ Baca Juga: Dua Negara yang Diprediksi Selamat Jika Terjadi Perang Nuklir antara Iran dan AS-Israel




