Drone Terdeteksi di Rumah Ratu Beatrick dan Lokasi Brankas Emas Belanda

Drone yang tidak dikenal terpantau melayang di atas lokasi brankas emas Belanda serta kediaman Ratu Beatrix pada bulan November 2025. Penemuan ini berdasarkan informasi dari surat kabar Algemeen Dagblad (AD) yang diperoleh melalui permintaan akses informasi dari Koninklijke Marechaussee, pasukan kepolisian yang beroperasi dalam struktur militer Belanda.
Peristiwa ini berlangsung pada akhir pekan yang sama ketika drone misterius juga terlihat beroperasi di atas dua pangkalan udara militer serta lokasi ladang gas terbesar di Belanda.
Dokumen yang diperoleh AD menunjukkan bahwa pada malam hari Sabtu, tanggal 22 November, Koninklijke Marechaussee mengamati kehadiran “tiga drone” di dua lokasi penting, yaitu Camp New Amsterdam yang terletak di Huis ter Heide dan Kastil Drakensteyn di Lage Vuursche.
Kepolisian militer Belanda, Royal Marechaussee, tengah berusaha melacak asal usul drone tersebut serta melakukan penilaian terhadap potensi risiko yang ditimbulkannya. Namun, hingga saat ini, belum ada individu yang teridentifikasi sebagai pengendali drone tersebut.
Lokasi-lokasi yang terlibat dalam insiden ini termasuk area yang paling sensitif di Belanda, seperti kediaman Ratu Beatrix di Kastil Drakensteyn. Selain itu, Camp New Amsterdam menjadi tempat penyimpanan brankas emas De Nederlandsche Bank, yang menyimpan jutaan koin dan uang kertas serta 14.166 batang emas.
Camp New Amsterdam juga berfungsi sebagai markas unit khusus Marechaussee, yang memiliki tugas melindungi pejabat militer berpangkat tinggi, politisi, dan diplomat di wilayah-wilayah yang dianggap berbahaya. Unit ini juga berperan sebagai tim penangkapan dan pengawasan di Belanda.
Penampakan drone tersebut terjadi pada akhir pekan yang sama ketika drone juga terdeteksi di Pangkalan Udara Volkel dan Pangkalan Udara Eindhoven. Di akhir bulan Januari, De Stentor mengungkapkan bahwa drone juga terlihat di lokasi gas terbesar di Belanda pada akhir pekan yang sama. Pada hari Jumat, tanggal 21 November, drone tersebut terpantau di area Gasunie yang terletak dekat Ommen.
Hingga saat ini, masih belum jelas siapa yang berada di balik pengoperasian drone tersebut atau apa tujuannya. Belum ada penangkapan yang dilakukan terkait insiden ini.
Kementerian Pertahanan sebelumnya menyatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan, termasuk individu yang mungkin tidak menyadari bahwa mereka berada di zona larangan terbang, penjahat, atau individu dengan niat jahat. Insiden ini terjadi setelah beberapa penampakan drone yang dilaporkan sebelumnya di Denmark, Jerman, dan Belgia.
➡️ Baca Juga: Rismon Sianipar Tersangka Ijazah Palsu Jokowi Bertemu Gibran Hari Ini
➡️ Baca Juga: Warga Borobudur Tolak Rencana Kremasi Murdaya 2025




