Sumut Raih Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran 2023

Jakarta – Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Sumatera telah berhasil merelokasi seluruh pengungsi yang terdampak bencana hidrometeorologi di Sumatera Utara (Sumut). Para penyintas yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian kini telah berpindah ke hunian sementara (huntara) atau hunian tetap (huntap) yang dibangun oleh pemerintah dan berbagai lembaga non-pemerintah.
Menurut laporan harian dari Satgas PRR per tanggal 14 Maret, terdapat penurunan jumlah pengungsi yang cukup signifikan dalam satu hari terakhir. Dari total 1.314 kepala keluarga (KK) yang berada di tenda, kini hanya tersisa 812 KK, menunjukkan pengurangan sebanyak 502 KK.
Pengungsi yang masih berada di tenda saat ini seluruhnya berada di daerah Aceh yang juga terdampak bencana. Di sisi lain, pengungsi di Sumut telah sepenuhnya direlokasi ke hunian yang lebih layak. Keberhasilan ini sejalan dengan pencapaian relokasi pengungsi di Sumatera Barat (Sumbar), yang lebih dahulu berhasil memindahkan seluruh pengungsi mereka ke hunian yang layak.
Keberhasilan dalam merelokasi pengungsi di Sumut dan Sumbar tidak terlepas dari percepatan pembangunan huntara di tiga provinsi yang terdampak bencana. Proses pembangunan huntara yang terus meningkat ini menjadi faktor kunci dalam menekan jumlah pengungsi yang tinggal di tenda.
Dari total rencana pembangunan sebanyak 19.295 unit huntara di tiga provinsi terdampak, hingga saat ini sudah ada 15.595 unit yang selesai dibangun, atau sekitar 80 persen dari target keseluruhan. Di Sumbar, pembangunan huntara telah mencapai 100 persen, sementara di Sumut sudah mencapai 95 persen, dan Aceh sekitar 77 persen.
Selain fokus pada pembangunan huntara, Satgas PRR juga sedang menyelesaikan pembangunan huntap secara bertahap. Data yang diperoleh dari Satgas PRR Pascabencana Sumatera per 14 Maret menunjukkan bahwa ada 110 unit huntap yang telah selesai dibangun dari total 36.669 unit yang direncanakan. Selain itu, terdapat 1.359 unit yang masih dalam proses pembangunan.
Di samping pembangunan huntara, pemerintah juga menerapkan strategi untuk mengurangi jumlah pengungsi dengan memberikan bantuan berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang memilih untuk tidak tinggal di huntara. Hingga saat ini, semua penerima DTH telah mendapatkan transfer dana, dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 13.728 penerima di ketiga provinsi tersebut.
➡️ Baca Juga: RMA Indonesia Tidak Terlibat dalam Proyek Impor Pikap India untuk Kopdes Merah Putih
➡️ Baca Juga: BI Tingkatkan Literasi dan Kesejahteraan Keuangan Melalui Inisiatif Strategis Ini




