Kemenag Memanfaatkan Momen Kebangkitan Kristus untuk Memperkuat Persatuan di Papua

Perayaan Paskah merupakan sebuah kesempatan yang sangat berharga untuk memperkuat ikatan persatuan serta menumbuhkan kasih dan harapan di tengah masyarakat yang beragam, terutama di Papua.
Klemens Taran, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, menjelaskan bahwa makna kebangkitan Kristus tidak semata-mata sebagai peristiwa iman, tetapi juga sebagai seruan untuk memperbaharui pandangan kita terhadap sesama.
“Nilai-nilai yang terkandung dalam Paskah mengajak umat Kristiani untuk bangkit menghadapi berbagai tantangan, termasuk perpecahan dan prasangka yang masih ada dalam kehidupan masyarakat,” ungkapnya.
Klemens menekankan bahwa kebangkitan Kristus seharusnya menjadi ajakan bagi kita semua untuk memperkuat persatuan, menumbuhkan kasih sayang, dan membangun persaudaraan di bumi Papua.
“Paskah yang dirayakan pada tanggal 5 April ini merupakan saat refleksi bagi umat Kristiani untuk tetap menghadirkan harapan di tengah situasi yang penuh tantangan. Harapan ini ibarat cahaya yang muncul dari kegelapan, mampu menenangkan serta menguatkan kehidupan umat di Papua,” jelasnya saat diwawancarai pada Minggu, 5 April 2026.
Dia juga mengajak seluruh masyarakat Papua, terutama umat Kristiani, untuk menjadikan Paskah sebagai momentum untuk bangkit bersama dalam menciptakan kehidupan yang harmonis. Hal ini sangat penting agar nilai-nilai toleransi, saling menghargai, dan kebersamaan tetap terjaga.
“Keberagaman yang ada di Papua merupakan sebuah kekuatan yang perlu dijaga melalui sikap saling merangkul dan menghormati. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis secara berkelanjutan,” tegasnya.
Dia menambahkan bahwa semua orang dipanggil untuk menumbuhkan cinta kasih, menjaga kerukunan, serta membangun kehidupan yang damai, baik dengan sesama maupun dengan alam.
➡️ Baca Juga: Strategi Klub Sepak Bola Memanfaatkan AI untuk Memprediksi Performa Pemain Masa Depan
➡️ Baca Juga: Nunung Curhat Kerap Panick Attack Parah hingga Insomnia




