depo 10k depo 10k
lifestyle

Gen Z dan Milenial Simpan Data Rahasia di Digital, Namun Keamanannya Masih Rentan

Jakarta – Penelitian yang dilakukan oleh Kaspersky mengungkapkan bahwa generasi Z dan milenial cenderung menyimpan hampir seluruh informasi mereka dalam format digital. Sementara itu, hampir sepertiga dari responden yang berusia di atas 55 tahun masih lebih memilih metode tradisional dengan mencatat informasi di kertas.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh pusat Riset Pasar Kaspersky, terlihat bahwa preferensi masyarakat untuk menyimpan informasi penting secara digital semakin meningkat.

Sebagian besar responden, sekitar 84 persen, mengakui bahwa mereka menyimpan data pribadi yang sensitif seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), rincian keuangan, informasi kesehatan, serta arsip foto dalam bentuk elektronik.

Di kalangan individu berusia antara 18 hingga 34 tahun, angka ini bahkan meningkat menjadi 90 persen, menunjukkan bahwa digitalisasi data pribadi telah merasuk kuat di dalam kehidupan anak muda.

Hanya 16 persen dari responden yang mengaku lebih percaya pada salinan fisik semata. Angka ini paling tinggi di antara generasi yang lebih tua, di mana hampir 30 persen dari kelompok usia 55 tahun ke atas masih memilih cara tradisional untuk menyimpan data mereka.

Dalam hal penyimpanan data digital, lebih dari setengah responden (56 persen) menyatakan bahwa mereka menyimpan catatan penting di komputer atau perangkat keras, sementara 45 persen memilih solusi cloud, dan 20 persen mempercayakan data mereka kepada layanan digital yang disediakan oleh pemerintah.

Di Indonesia, lebih dari setengah populasi (61 persen) menyimpan data penting mereka di komputer atau perangkat keras, 61 persen menggunakan solusi cloud, dan 14 persen mempercayakan data mereka kepada layanan digital pemerintah.

Namun, pertanyaan yang muncul adalah, apakah menyimpan data secara digital berarti lebih aman?

Setiap metode penyimpanan memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Media fisik dapat hilang atau mengalami kerusakan, perangkat keras eksternal tidak selalu praktis untuk dibawa saat bepergian, sementara layanan cloud, meskipun menawarkan kemudahan akses, juga rentan terhadap risiko akses yang tidak sah.

Untuk memastikan keamanan data digital, para ahli dari Kaspersky merekomendasikan agar pengguna mengikuti beberapa praktik terbaik berikut ini:

1. Kembangkan strategi pencadangan

Tidak ada pendekatan tunggal yang ideal untuk penyimpanan data, dan tidak semua file perlu dicadangkan. Namun, penting untuk membiasakan diri melakukan pencadangan secara teratur, terutama untuk data sensitif atau file yang tidak dapat dengan mudah dipulihkan.

Menurut strategi pencadangan 3-2-1 yang banyak dianjurkan, Anda sebaiknya memiliki setidaknya tiga salinan dari data penting, menyimpannya di dua jenis media penyimpanan yang berbeda, dan membuat satu salinan di lokasi yang terpisah (seperti cloud atau perangkat penyimpanan fisik eksternal).

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat lebih menekan risiko kehilangan data dan meningkatkan keamanan data digital secara keseluruhan.

    ➡️ Baca Juga: Kantor PKB Aceh Diresmikan, Cak Imin Targetkan Kebangkitan Suara Partai di Aceh

    ➡️ Baca Juga: Investasi Saham Penny Stock Global Melalui Analisis Fundamental yang Aman dan Terukur

    Related Articles

    Back to top button