IHSG Memerah di Awal Hari, Peluang Rebound Terbuka Seiring Kekuatan Wall Street dan Bursa Asia Variatif

IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 5 poin atau 0,08 persen, berada di level 6.296 pada awal perdagangan hari Jumat, 14 Agustus 2026.
Fanny Suherman, Kepala Analis Riset Retail, mengungkapkan prediksinya bahwa IHSG memiliki peluang untuk rebound pada hari ini.
Menurut Fanny, “IHSG berpotensi mengalami rebound hari ini, mengingat kemarin berhasil bertahan di level support yang kuat di angka 6.300,” katanya dalam laporan riset harian yang dirilis pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Bursa Asia menunjukkan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Kamis kemarin, sementara nilai mata uang di kawasan tersebut cenderung melemah. Data inflasi dari Amerika Serikat yang memenuhi ekspektasi memberikan sedikit dorongan bagi pasar, meskipun investor tampak mengurangi ekspektasi terkait kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Pasar saham Australia mengalami penurunan sebesar 0,23 persen, tertekan oleh penurunan saham-saham perusahaan tambang dan Commonwealth Bank of Australia (CBA).
Di sisi lain, pasar saham Korea Selatan mencatatkan kenaikan yang signifikan, dengan indeks KOSPI melonjak hingga 3,56 persen. Penguatan ini terutama didorong oleh lonjakan saham perusahaan semikonduktor, menyusul penguatan saham teknologi AI dan chip di AS pada sesi perdagangan sebelumnya.
Indeks Nikkei 225 di Jepang juga mengalami kenaikan sebesar 1,16 persen, sementara Taiex Taiwan menguat sebesar 1,1 persen. Berbeda, indeks Hang Seng di Hong Kong mengalami penurunan tipis sebesar 0,17 persen.
Di pasar saham lainnya, indeks Filipina menunjukkan penurunan sebesar 1,1 persen, sedangkan indeks Malaysia melemah 0,4 persen. Indeks Straits Times Singapura turun sedikit sebesar 0,1 persen, sementara di sisi positif, indeks Thailand mencatatkan penguatan sebesar 0,11 persen.
Fanny menambahkan bahwa support IHSG berada pada rentang 6.250 hingga 6.300, sedangkan level resist berada di kisaran 6.420 hingga 6.450.
Sebagai catatan, bursa Wall Street menunjukkan penguatan pada perdagangan Kamis kemarin, setelah data inflasi produsen AS yang lebih rendah dari perkiraan memperkuat harapan bahwa The Fed tidak akan menaikkan suku bunga pada bulan September mendatang.
Indeks S&P 500 mengalami kenaikan sebesar 0,65 persen, sementara Nasdaq menguat 0,81 persen, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,13 persen. Sementara itu, data menunjukkan bahwa harga produsen AS tetap stabil pada bulan Juli, dengan penurunan harga barang yang berhasil mengimbangi kenaikan tipis pada biaya jasa.
Di sisi lain, jumlah klaim tunjangan pengangguran di AS menunjukkan peningkatan moderat pada pekan lalu, yang mengindikasikan bahwa kondisi pasar tenaga kerja masih relatif stabil.
➡️ Baca Juga: Indonesia Siap Bersaing di Piala Dunia U17
➡️ Baca Juga: Ulasan Helm Pintar dengan Lampu Sein Otomatis untuk Meningkatkan Keamanan Berkendara




