Kendaraan Listrik Masuk Sektor Berat, JAC Fokus pada Industri Tambang dan Perkebunan

Jakarta – Pemanfaatan kendaraan listrik di Indonesia kini mulai menjangkau sektor yang lebih menantang, tidak sekadar terbatas pada penggunaan di perkotaan. JAC Motors Indonesia melihat adanya peluang signifikan dengan mengincar industri berat, seperti pertambangan dan perkebunan.
Reggie Kurnia, COO JAC Motors Indonesia, mengungkapkan bahwa saat ini fokus perusahaan tertuju pada segmen kendaraan komersial. Ia menekankan bahwa sektor-sektor seperti pertambangan dan logistik menjadi sasaran utama, mengingat kebutuhan operasional yang tinggi dan sifatnya yang berulang setiap hari.
“Untuk saat ini, kami memang mengutamakan kendaraan komersial, khususnya untuk memenuhi kebutuhan di industri seperti pertambangan dan logistik,” ujar Reggie saat pameran GIICOMVEC 2026, yang berlangsung pada 9 April 2026.
Keberadaan kendaraan listrik dalam sektor berat merupakan langkah baru yang cukup menantang, mengingat kondisi operasional yang ekstrem. Beberapa faktor seperti medan yang berat, cuaca yang tidak menentu, serta kebutuhan daya tahan yang tinggi harus menjadi perhatian utama.
Meski demikian, JAC percaya bahwa teknologi yang dimiliki saat ini sudah cukup mumpuni untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut. Kendaraan listrik yang mereka tawarkan diklaim mampu beroperasi di berbagai kondisi, termasuk di jalan berlumpur maupun saat melintasi tanjakan yang curam.
Di samping itu, kendaraan ini dilengkapi dengan beragam mode berkendara yang dapat disesuaikan dengan kondisi medan. Fitur ini memungkinkan pengemudi untuk memperoleh traksi yang optimal tanpa perlu melakukan pengaturan manual yang rumit.
Dalam sektor perkebunan, penggunaan kendaraan listrik juga dianggap sangat memungkinkan karena pola operasional yang relatif teratur. Rata-rata penggunaan harian yang tidak terlalu tinggi memudahkan pengaturan kebutuhan pengisian daya secara fleksibel.
JAC menyatakan bahwa kendaraan mereka dapat menempuh jarak hingga ratusan kilometer dalam satu kali pengisian. Dengan kondisi ini, pengisian daya tidak perlu dilakukan setiap hari, tergantung pada pola penggunaan di lapangan.
Untuk mendukung operasional di lokasi-lokasi terpencil, perusahaan juga telah menyiapkan solusi pengisian daya yang dapat disesuaikan. Beberapa perusahaan telah menerapkan skema pengadaan charger tanpa memerlukan investasi awal, sehingga beban biaya menjadi lebih ringan.
Walaupun demikian, penerapan kendaraan listrik di sektor berat tetap memerlukan penyesuaian, terutama dari segi sumber daya manusia. JAC menekankan pentingnya pelatihan bagi para pengemudi agar dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia dengan maksimal.
➡️ Baca Juga: Teknik Squat Gym yang Efektif untuk Membangun Otot Kaki Secara Optimal
➡️ Baca Juga: MLSC Dapatkan PSSI Awards 2026 Setelah Menjangkau 32 Ribu Calon Pesepakbola Putri




