BUMN Catat Pertumbuhan Laba Positif pada Semester I 2026, Berikut Daftarnya

Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang positif pada semester pertama tahun 2026, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kinerja mengesankan ini terlihat di berbagai sektor, termasuk pertambangan, pupuk, semen, perkebunan, jasa keuangan, logistik, perbankan, hingga energi.
Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menyampaikan bahwa hasil yang positif ini sangat mencolok pada BUMN besar yang menunjukkan stabilitas kinerja.
Toto menambahkan, “Kinerja yang solid masih terlihat pada BUMN blue chips yang sejak lama menjadi penggerak utama pendapatan dan keuntungan keseluruhan BUMN. Contohnya, kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral, hasil tambang, sektor telekomunikasi, dan Pertamina,” ungkapnya dalam keterangannya pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ia juga menekankan bahwa potensi kinerja BUMN di bawah Danantara masih sangat besar untuk berkembang lebih jauh. Hal ini sejalan dengan upaya penyederhanaan struktur BUMN yang bertujuan meningkatkan efisiensi, sehingga perusahaan-perusahaan negara dapat beroperasi dengan lebih efektif.
Toto berpendapat bahwa perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses penyederhanaan dan konsolidasi. “Saya berharap proses penyederhanaan BUMN dapat dipercepat, sehingga perbaikan kinerja dapat segera diimplementasikan,” tambahnya.
Berdasarkan laporan keuangan untuk semester I 2026, PT Timah berhasil mencatatkan pertumbuhan laba yang tertinggi di antara BUMN lainnya. Perusahaan tambang ini melaporkan laba bersih mencapai Rp2,71 triliun, meningkat drastis sebesar 804,7 persen dibandingkan dengan Rp300 miliar pada semester I 2025.
PT Pupuk Indonesia juga menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Laba bersih perusahaan ini mencapai Rp8,51 triliun, tumbuh sebesar 253 persen dari Rp2,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Selanjutnya, PT Semen Indonesia berhasil mencatatkan kenaikan laba sebesar 196,5 persen, dari Rp65,24 miliar menjadi Rp193,46 miliar. Di sektor perkebunan, PT Agrinas Palma Nusantara mencatat pertumbuhan laba mencapai 150 persen, mencapai angka Rp890 miliar.
Pertumbuhan positif juga terjadi di sektor jasa keuangan dan logistik. PT Pegadaian melaporkan kenaikan laba sebesar 84,6 persen, dengan total laba mencapai Rp6,59 triliun. Di sisi lain, PT Pelindo mencatat pertumbuhan laba sebesar 60,4 persen, dengan angka Rp2,57 triliun.
PTPN IV PalmCo juga berhasil mencatatkan peningkatan laba sebesar 54 persen, mencapai Rp3,23 triliun. Sementara itu, Bank Tabungan Negara (BTN) melaporkan pertumbuhan laba sebesar 40,8 persen, dengan total laba mencapai Rp2,40 triliun.
➡️ Baca Juga: Dua Skema Hunian untuk Mendukung Pemulihan Korban Bencana di Sumatera
➡️ Baca Juga: Astronot NASA Kembali ke Bumi Setelah Berlayar Jauh di Ruang Angkasa




