Pertamina Mengumumkan Harga BBM Pertamax Terbaru Mulai 1 April 2026

Jakarta – Muhammad Baron, selaku Wakil Presiden Komunikasi Korporat Pertamina, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga BBM jenis Pertamax. Oleh karena itu, segala spekulasi mengenai kenaikan harga yang beredar di media sosial tidak dapat dianggap valid.
“Sejauh ini belum ada pengumuman resmi terkait harga yang berlaku mulai 1 April 2026,” ungkap Baron, sebagaimana dikutip dari Antara pada Senin, 30 Maret 2026.
Baron juga mengimbau masyarakat untuk selalu mencari informasi resmi mengenai harga BBM melalui saluran resmi Pertamina, yaitu www.pertamina.com. Dia menambahkan pentingnya peran masyarakat dalam menggunakan energi secara bijak, mengikuti arahan pemerintah.
“Dengan demikian, semua informasi mengenai proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Baron.
Pernyataan tersebut menjadi tanggapan atas berbagai perkiraan harga jual eceran BBM nonsubsidi yang beredar di media sosial menjelang bulan April 2026.
Dalam informasi yang beredar, disebutkan bahwa harga Pertamax diprediksi akan meningkat menjadi Rp 17.850 per liter, yang berarti naik sebesar Rp 5.550 per liter dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp 12.300 per liter pada bulan Maret 2026.
Kenaikan harga ini dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah, yang bergerak dari Rp 16.819 per dolar AS menjadi Rp 16.877 per dolar AS.
Selain itu, informasi yang beredar juga menunjukkan bahwa lonjakan harga indeks pasar (HIP) untuk BBM RON 92 mengalami kenaikan sebesar 62,44 persen, dari US$73,91 per barel menjadi US$120 per barel. Ini juga mencerminkan peningkatan sebesar 62,99 persen (sekitar Rp 4.925 per liter) dari Rp 7.818 per liter menjadi Rp 12.744 per liter.
Dampak dari situasi ini juga diperkirakan akan dirasakan pada produk bensin lainnya, seperti Pertamax Green 95 yang naik dari Rp 12.900 per liter menjadi Rp 19.150 per liter, dan Pertamax Turbo yang diperkirakan akan naik dari Rp 13.100 per liter menjadi Rp 19.450 per liter.
Tak hanya itu, BBM jenis solar seperti Pertamina Dex juga diprediksi akan mengalami kenaikan harga dari Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.950 per liter, sementara Dexlite diestimasikan akan naik dari Rp 14.200 per liter menjadi Rp 23.650 per liter.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, berupaya untuk menjaga agar harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tetap stabil di tengah tantangan krisis energi yang dihadapi saat ini.
➡️ Baca Juga: Pemberitaan yang Berempati: Menggali Kisah Korban
➡️ Baca Juga: Mendagri Tito Teken SKB 7 Menteri Tentang Pedoman Pemanfaatan Teknologi Digital dan AI




