Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Tinggi letusan hingga 1.000 meter

— Paragraf 1 —
Jakarta, VIVA – Gunung Semeru mengalami erupsi sebanyak dua kali dengan tinggi letusan hingga mencapai 1.000 meter di atas puncak, hingga siang ini. Gunung tersebut berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur.
— Paragraf 2 —
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukijo dalam laporan tertulisnya mengatakan, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.
— Paragraf 3 —
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 05.26 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Mukijo dikutip dari keterangannya, Jumat, 20 Maret 2026.
— Paragraf 4 —
Kemudian, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 06.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 mdpl. “Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 129 detik,” katanya.
— Paragraf 5 —
Dia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).
— Paragraf 6 —
Di luar jarak tersebut, kata dia, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
— Paragraf 7 —
“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),” katanya.
— Paragraf 8 —
Masyarakat perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
— Paragraf 9 —
“Terutama, sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan,” katanya. (Ant)
➡️ Baca Juga: PS5 Rilis Update Baru dengan Dukungan Dolby Atmos, Suara Game Makin Gahar!
➡️ Baca Juga: Rismon Sianipar Tersangka Ijazah Palsu Jokowi Bertemu Gibran Hari Ini




