10 Makanan Ikonik Drama Korea yang Menggugah Selera, Mulai dari Ramyeon hingga BBQ!

Korean drama, atau K-Drama, dikenal tidak hanya karena alur ceritanya yang emosional dan romantis, tetapi juga karena kehadiran makanan yang sering kali menjadi bagian penting dari narasi. Dalam banyak adegan, makanan tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang, tetapi juga sebagai elemen yang memperkuat suasana, menggambarkan momen kebersamaan, kehangatan, atau bahkan kerapuhan dalam hubungan antar karakter.
Di bawah ini, kami sajikan daftar 10 makanan ikonik yang sering ditemukan dalam K-Drama dan yang pasti akan membuat Anda merasa lapar saat menontonnya.
Ramyeon merupakan salah satu makanan yang paling sering muncul di K-Drama. Ungkapan “mau makan ramyeon?” telah menjadi semacam kode romantis yang biasa digunakan oleh para karakter. Adegan di mana mereka menikmati ramyeon langsung dari panci panas tidak hanya tampak sederhana, tetapi juga sangat menggugah selera.
Tteokbokki, dengan cita rasa pedas dan manis yang khas, biasanya terlihat dalam adegan yang menggambarkan kencan santai atau momen kasual di jalanan. Makanan ini melambangkan kehangatan budaya kuliner Korea, sering kali dijajakan di gerobak kaki lima.
Jjajangmyeon, yang sering kali disajikan dalam kemasan khas untuk pengantaran, juga memiliki tempat istimewa dalam K-Drama. Hidangan ini menjadi simbol perayaan “Black Day”, di mana para lajang di Korea berkumpul untuk merayakan status mereka dengan menikmati jjajangmyeon.
Gimbap, makanan yang sering kali disajikan sebagai bekal, menggambarkan kasih sayang dan perhatian. Adegan berbagi gimbap antara karakter biasanya mencerminkan kehangatan keluarga atau kedekatan antar teman.
Kimchi adalah sajian yang wajib ada dalam hampir setiap makanan Korea. Kehadirannya di K-Drama menegaskan betapa pentingnya kimchi dalam tradisi kuliner Korea, serta sebagai simbol dari budaya yang kaya.
Miyeok-guk, atau sup rumput laut, biasanya disajikan dalam perayaan ulang tahun. Dalam konteks drama, makanan ini sering kali menjadi lambang kasih sayang dan perhatian dari orang-orang terdekat.
Sundubu jjigae, sup tahu lembut yang pedas dan hangat, sering muncul dalam adegan yang penuh emosi atau saat karakter terlibat dalam percakapan yang mendalam. Hidangan ini tidak hanya lezat, tetapi juga mampu menggambarkan kedalaman perasaan antar karakter.
Korean BBQ menjadi simbol kebersamaan dan persahabatan. Adegan di mana karakter berkumpul untuk memanggang daging sering kali menciptakan nuansa perayaan atau momen penting dalam hubungan mereka.
Korean fried chicken, yang dikenal dengan konsep “chimaek” (kombinasi ayam dan bir), menjadi pilihan populer dalam K-Drama. Makanan ini sering dihidangkan pada saat-saat santai, namun juga bisa menjadi latar belakang untuk momen-momen emosional.
Korean corndog yang unik dan menarik kini menjadi tren dalam K-Drama modern. Sering kali muncul dalam adegan ceria seperti kencan atau jalan-jalan, makanan ini turut menambah keseruan suasana yang ditampilkan.
Dalam K-Drama, makanan bukan hanya sekadar pelengkap visual, tetapi juga menjadi bagian integral dari cerita. Setiap hidangan yang ditampilkan memiliki makna tersendiri, berfungsi sebagai simbol cinta, persahabatan, dan tradisi budaya Korea yang kaya.
➡️ Baca Juga: Jadwal Operasional Sistem Bank Indonesia Selama Lebaran 2026 yang Perlu Diketahui
➡️ Baca Juga: Informasi Beasiswa Smart Scholarship YBM BRILiaN 2025




