7 Komandan Tewas Akibat Serangan Israel-AS, Menlu Iran Tegaskan Kemampuan Militer Tetap Stabil

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengonfirmasi bahwa negara tersebut telah kehilangan sejumlah komandan militer dalam serangan gabungan yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kekuatan militer Iran tetap tidak terpengaruh.
“Benar bahwa kami telah kehilangan beberapa komandan, dan nama-nama mereka telah dipublikasikan. Namun, yang perlu dicatat adalah bahwa kemampuan militer kami tetap utuh,” ujar Araghchi, yang dikutip pada Senin, 2 Maret 2026.
Saat ditanya tentang potensi negosiasi dengan Amerika Serikat untuk menyelesaikan konflik, Araghchi mengungkapkan bahwa Iran memiliki pengalaman pahit dalam berunding dengan Washington. Ia menambahkan bahwa tindakan yang diambil oleh AS merupakan agresi yang tidak dapat dibenarkan.
“Di sisi lain, apa yang kami lakukan adalah langkah pertahanan. Ada perbedaan yang signifikan antara kedua tindakan tersebut,” tambahnya.
Pada tanggal 28 Februari 2026, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan terkoordinasi terhadap berbagai target di Iran, termasuk di ibu kota, Teheran. Serangan ini dilaporkan menyebabkan kerusakan yang signifikan dan mengakibatkan korban jiwa di kalangan sipil.
Saluran televisi pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah meninggal dunia sebagai akibat dari serangan tersebut.
Sebagai respons terhadap serangan gabungan itu, Iran meluncurkan rudal ke arah wilayah Israel dan fasilitas militer AS yang berada di Timur Tengah, sebagai tindakan pembelaan diri.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa tujuh komandan militer senior Iran tewas dalam serangan yang dilakukan oleh AS dan Israel.
“Bangsa Iran berduka atas kehilangan sekelompok komandan angkatan bersenjata yang terhormat dan berani, yang tewas dalam serangan brutal yang dilancarkan oleh rezim kriminal Amerika Serikat dan Israel,” demikian pernyataan resmi dari IRGC yang dikutip oleh kantor berita IRNA.
IRGC menegaskan bahwa tujuh personel berpangkat tinggi tersebut telah kehilangan nyawa dalam insiden tersebut.
➡️ Baca Juga: Bantahan Nick Carter Atas Tuduhan Pelecehan Seksual
➡️ Baca Juga: Konflik di Perpajakan Jadi Perhatian Dunia




