Wujudkan Hunian Layak untuk Penyintas Bencana Sumatera Melalui Gotong Royong

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana di Sumatera telah berhasil menyelesaikan sejumlah unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan parah akibat banjir dan longsor. Pembangunan ini dilakukan di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut laporan harian Satgas PRR per tanggal 13 Maret, jumlah huntap yang telah selesai dibangun kini mencapai 110 unit, dari total 36.669 unit yang ditargetkan. Selain itu, terdapat 1.359 unit yang masih dalam tahap pembangunan. Peningkatan jumlah huntap yang selesai dalam waktu satu hari terakhir menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan angka mencapai hampir dua kali lipat dari sebelumnya yang hanya 56 unit.
Provinsi Aceh menjadi wilayah yang mendominasi dalam pembangunan huntap, dengan 104 unit sudah selesai dibangun dari target sebanyak 27.104 unit. Sebanyak 388 unit lainnya masih dalam proses pembangunan, menunjukkan komitmen yang kuat untuk memberikan hunian layak bagi penyintas bencana di daerah tersebut.
Sementara itu, di Sumatera Utara, terdapat 524 unit yang sedang dalam tahap pembangunan dari total 5.815 unit yang direncanakan. Di Sumatera Barat, baru enam unit yang berhasil diselesaikan dari 3.750 unit yang ditargetkan, dengan 447 unit lainnya juga dalam proses pembangunan.
Sebagian besar dari unit-unit huntap yang telah selesai dibangun merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan lembaga non-pemerintah. Kerja sama ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Polri, serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Selain itu, sejumlah organisasi kemanusiaan seperti Yayasan Buddha Tzu Chi, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), serta pemerintah daerah juga turut berkontribusi, termasuk dukungan dari individu perseorangan yang peduli.
Dalam upaya meringankan beban para penyintas bencana, Satgas PRR tidak hanya fokus pada pembangunan huntap, tetapi juga memberikan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi mereka yang memilih untuk tidak tinggal di hunian sementara (huntara). Besaran bantuan DTH yang disalurkan adalah Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga masing-masing kepala keluarga dapat menerima total sebesar Rp1,8 juta.
Hingga saat ini, semua rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen, mencakup 13.728 penerima di tiga provinsi. Rincian penerima bantuan tersebut meliputi 7.807 orang di Aceh, 4.162 orang di Sumatera Utara, dan 1.759 orang di Sumatera Barat.
Dengan adanya upaya kolaboratif ini, proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian untuk penyintas bencana di Sumatera diharapkan dapat terus berlanjut, memberikan harapan baru bagi mereka yang terdampak dan berkontribusi pada pemulihan masyarakat secara keseluruhan.
➡️ Baca Juga: Karangan Bunga Membanjiri Rumah Duka Pengacara Hotma Sitompul
➡️ Baca Juga: Hoaks! Baznas Disebut Korupsi Uang Zakat Sebesar Rp11,7 Triliun




