Tottenham Alami Kekecewaan, Fans Tinggalkan Stadion dan Protes Tim di Laga Terakhir

Sejumlah penggemar Tottenham Hotspur terlihat meninggalkan Stadion St James’ Park saat tim kesayangan mereka mengalami kekalahan telak 1-3 dari Crystal Palace pada babak pertama laga yang berlangsung pada Kamis, 5 Maret 2026, dini hari WIB. Situasi ini menciptakan momen yang sangat emosional bagi para pendukung yang berharap lebih dari tim mereka.
Sebelum insiden tersebut, Tottenham sebenarnya memulai pertandingan dengan cukup baik dan berhasil mencetak gol pembuka melalui Dominic Solanke yang berhasil menjebol gawang lawan pada menit ke-34. Gol ini membuat harapan para pendukung kembali membara, meski tidak bertahan lama.
Namun, momentum permainan Tottenham berubah drastis ketika Micky van de Ven mendapat kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran terhadap Ismaila Sarr di dalam kotak penalti. Keputusan wasit untuk memberikan penalti menjadi titik balik, menghancurkan semangat tim yang sebelumnya tertinggi.
Ismaila Sarr pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 pada menit ke-40. Lima menit setelahnya, Jorgen Strand Larsen menambah derita Tottenham dengan gol yang membawa Crystal Palace berbalik unggul 2-1, menciptakan ketegangan yang semakin meningkat di kalangan pendukung.
Situasi semakin menegangkan ketika Ismaila Sarr mencetak gol keduanya pada menit ke-45+7, menutup babak pertama dengan keunggulan 3-1 untuk Crystal Palace. Gol ini bukan hanya menjadi pukulan telak bagi Tottenham, tetapi juga memicu reaksi emosional dari para pendukungnya.
Kekalahan tersebut membuat beberapa penggemar Tottenham tidak dapat menahan kekecewaan mereka dan terlihat meninggalkan stadion bahkan sebelum babak kedua dimulai. Ini adalah sinyal jelas bahwa para pendukung mulai kehilangan harapan terhadap performa tim.
Bagi mereka yang tetap bertahan di tribun, ketidakpuasan mereka terekspresikan dengan suara cemoohan yang keras saat peluit tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan. Suasana yang seharusnya meriah berubah menjadi hening dan penuh kekecewaan.
Dalam program siaran BBC Radio 5 Live, mantan penyerang Crystal Palace, Glenn Murray, menyatakan bahwa reaksi para suporter sangat dapat dimengerti. Ia menilai penampilan Tottenham di babak pertama sangat mengecewakan, meskipun mereka sempat unggul di awal pertandingan.
Komentator Jonathan Pearce juga memberikan pandangannya mengenai atmosfer di stadion yang terasa sangat sunyi setelah Crystal Palace berhasil membalikkan keadaan. Ia menggambarkan situasi ini sebagai salah satu masa sulit bagi Tottenham yang mengingatkan pada periode-periode kelam di masa lalu.
Pearce juga berbagi cerita tentang seorang penggemar Tottenham yang telah setia mengikuti klub selama sekitar 60 tahun. Pendukung tersebut menyatakan bahwa saat ini adalah salah satu masa terburuk yang pernah ia alami, mencerminkan betapa dalamnya kekecewaan yang dirasakan oleh penggemar setia tim.
➡️ Baca Juga: China Tak Gentar dengan Tarif 245% AS
➡️ Baca Juga: Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Menyongsong Digitalisasi Pembayaran yang Pesat

