SMF Mendukung Pembiayaan 904.568 Unit Rumah Melalui Skema KPR FLPP

Jakarta – PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF telah menegaskan keberadaannya sebagai pendukung utama dalam pembiayaan perumahan di Indonesia. Melalui program Kredit Pemilikan Rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP), SMF berhasil menyalurkan dukungan finansial untuk 904.568 unit rumah hingga Desember 2025.
Total dana yang dikucurkan oleh SMF untuk program ini mencapai Rp 34,37 triliun. Angka tersebut merupakan hasil dari optimalisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dikelola dengan metode pembiayaan berlapis (blended financing) serta melalui penerbitan surat utang.
Menurut Direktur Utama PT SMF, Ananta Wiyogo, langkah ini merupakan bagian dari tanggung jawab SMF sebagai Special Mission Vehicle (SMV) dari Kementerian Keuangan. Tujuannya adalah untuk memperkuat keberlanjutan dalam pembiayaan perumahan nasional, sekaligus meningkatkan akses dan keterjangkauan bagi masyarakat.
“Sebagai alat fiskal pemerintah, SMF berkomitmen untuk memanfaatkan setiap PMN yang diterima secara optimal melalui skema leverage yang hati-hati dan terukur,” ungkap Ananta dalam konferensi pers mengenai kinerja tahun 2025 di Jakarta pada Rabu, 4 Maret 2026.
SMF menyuplai 25 persen dari total pendanaan dalam program KPR FLPP yang dijalankan oleh pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dengan memanfaatkan PMN, SMF mampu mengoptimalkan pendanaan melalui skema leverage hingga 1,9 kali dengan menerbitkan surat utang senilai Rp 17,94 triliun, yang pada akhirnya memperluas kapasitas pembiayaan perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).
Secara keseluruhan, SMF telah menyalurkan dana sebesar Rp 20,88 triliun kepada lembaga penyalur pembiayaan perumahan. Jumlah ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp 17,01 triliun.
Dalam hal pendanaan, SMF berhasil meraih peringkat internasional BBB, menjadi korporasi pertama yang surat utangnya dapat digunakan sebagai instrumen transaksi repo oleh Bank Indonesia. Hingga 31 Desember 2025, SMF telah mengantongi pendanaan senilai Rp 10,6 triliun.
Perusahaan juga mendapatkan kepercayaan dari lembaga pemeringkat baik internasional maupun domestik, dengan peringkat BBB dari S&P Global, id(AAA) dari Pefindo, serta AAA(idn) dari Fitch Ratings.
“Peringkat tersebut menunjukkan komitmen dan kemampuan SMF dalam memenuhi kewajiban finansialnya tepat waktu, sekaligus mencerminkan dukungan kuat dari pemerintah terhadap peran SMF sebagai alat fiskal dalam sektor pembiayaan perumahan,” tambah Ananta.
➡️ Baca Juga: Nelangsa Mitra Dapur MBG Tak Dibayar Yayasan
➡️ Baca Juga: Mitos dan Fakta tentang Kopi dan Budayanya




