depo 10k Depo 10k
lifestyle

Ramadhan: Dokter Reisa dan Ustaz Akri Tegaskan Bahaya Oversharing serta Pentingnya Pola Makan Sehat

Menyambut bulan suci Ramadhan 2026, dokter Reisa Broto Asmoro bersama Ustaz Akri Patrio mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan bijak dalam penggunaan media sosial. Keduanya hadir dalam acara bertajuk “Ramadhan No Oversharing” yang diselenggarakan oleh Tropical No Oversharing di AEON Mall Sentul City, tepatnya di Canal Stage baru-baru ini.

Acara ini menyoroti dua aspek penting yang harus diperhatikan selama bulan puasa: menjaga kesehatan fisik dan mengontrol perilaku di dunia digital. Para pembicara mengingatkan masyarakat bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mengendalikan diri dari kebiasaan yang berlebihan. Mari kita jelajahi lebih dalam!

Rangkaian acara dimulai dengan talkshow kesehatan yang dipandu oleh dr. Reisa Broto Asmoro, seorang Health Enthusiast. Di sesi ini, beliau menekankan pentingnya memilih bahan makanan berkualitas saat menjalankan ibadah puasa.

Dalam penjelasannya, Reisa menyoroti peran penting kualitas minyak goreng dalam menjaga kebugaran tubuh selama Ramadhan. Ia menyatakan bahwa minyak yang melalui proses penyaringan yang baik dapat membantu mengurangi dampak negatif dari konsumsi makanan berminyak dalam jangka panjang.

Reisa juga menekankan bahwa edukasi mengenai kualitas minyak goreng perlu terus diperkuat agar masyarakat lebih cermat dalam memilih bahan makanan, baik saat sahur maupun berbuka puasa. Dengan asupan nutrisi yang tepat, tubuh dapat tetap sehat dan ibadah puasa dapat dijalankan dengan optimal.

Selain membahas nutrisi dan gaya hidup sehat, Reisa turut mengangkat isu oversharing yang sering terjadi di media sosial selama Ramadhan. Ia mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam berbagi cerita pribadi di ruang publik.

“Oversharing seringkali dimulai dari berbagi kisah pribadi yang seharusnya tidak perlu diumbar. Meskipun awalnya terasa lega, masalah muncul ketika respon orang lain menjadi adiksi. Ketika banyak yang memberikan perhatian dan dukungan, hal ini bisa berubah menjadi kebiasaan yang tidak sehat. Sebelum membagikan sesuatu, penting untuk mempertimbangkan apakah informasi tersebut aman, perlu, dan bermanfaat,” jelas Reisa Broto Asmoro.

Ia menegaskan bahwa kecenderungan untuk membagikan cerita secara berlebihan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama jika seseorang mulai bergantung pada respons dan validasi dari orang lain.

Dengan mengedukasi masyarakat tentang bahaya oversharing, diharapkan orang-orang dapat lebih bijak dalam berbagi informasi di media sosial. Ramadhan seharusnya menjadi waktu untuk refleksi dan peningkatan diri, bukan hanya dalam hal ibadah, tetapi juga dalam interaksi digital.

Kesadaran akan bahaya oversharing sangat penting, terutama di era di mana media sosial menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari. Oversharing dapat membawa berbagai konsekuensi, mulai dari hilangnya privasi hingga dampak psikologis yang merugikan.

Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa menjaga kesehatan mental dan fisik selama Ramadhan sama pentingnya. Mengontrol apa yang dibagikan di media sosial bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih positif.

Dokter Reisa dan Ustaz Akri mengajak semua orang untuk memanfaatkan bulan suci ini dengan cara yang lebih produktif dan bermanfaat, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Ramadhan bukan sekadar ritual, melainkan juga kesempatan untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan sesama.

Dengan memahami bahaya oversharing, kita bisa lebih fokus pada hal-hal yang penting dan bermanfaat, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Mari kita sambut bulan suci ini dengan semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

    ➡️ Baca Juga: Timnas Indonesia Siap Hadapi COVID-19 di Kejuaraan Internasional

    ➡️ Baca Juga: Apakah Warung Kecil Tetap Bisa Jual Elpiji 3 Kg Selama Terdaftar Jadi Pangkalan?

    Related Articles

    Back to top button